Ironi Anggaran Kota Blitar 2025: Dana Bansos Dipangkas, Fasilitas Pejabat Justru Naik

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Muhammad Faizin

25 Okt 2025 10:00

Thumbnail Ironi Anggaran Kota Blitar 2025: Dana Bansos Dipangkas, Fasilitas Pejabat Justru Naik
Mohammad Trijanto, Ketua LSM Ratu Adil, Kamis 25 Oktober 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Di tengah desakan ekonomi yang makin menjerat warga miskin, kebijakan anggaran Pemerintah Kota Blitar Tahun 2025 justru menimbulkan tanda tanya besar. Alokasi dana untuk bantuan sosial dipangkas miliaran rupiah, sementara fasilitas bagi pejabat daerah melonjak hampir dua kali lipat.

Program Fasilitasi Bantuan Sosial Kesejahteraan Keluarga yang dikelola Dinas Sosial Kota Blitar, termasuk di dalamnya Rastra Daerah (Rastrada) program bantuan pangan bagi masyarakat miskin mengalami pengurangan sebesar Rp3,29 miliar, dari Rp17,64 miliar pada APBD Murni menjadi Rp14,35 miliar pada Perubahan APBD 2025.

Kebijakan ini menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Di mata sebagian aktivis, langkah tersebut bukan sekadar soal efisiensi fiskal, melainkan cermin pudarnya empati sosial pemerintah.

“Ini bukan lagi soal hitung-hitungan anggaran. Ini tentang arah moral pemerintahan kita,” kata Mohammad Trijanto, Ketua LSM Ratu Adil, Jumat 24 Oktober 2025.

Baca Juga:
PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

Menurutnya, kebijakan itu memperlihatkan kepekaan sosial yang tumpul. 

“Di tengah ekonomi yang belum stabil, memotong dana jaring pengaman sosial sama saja seperti menarik karpet dari bawah kaki rakyat kecil yang sedang terhuyung,” ujarnya.

Trijanto menilai, Pemerintah Kota Blitar tampak lebih memprioritaskan kenyamanan elite ketimbang kebutuhan warga miskin.

“Ketika keputusan anggaran mencerminkan kenyamanan segelintir pejabat, sementara rakyat harus bertahan hidup dengan segala keterbatasan, maka ada yang keliru dalam nurani kebijakan itu,” tuturnya.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Kontras yang paling mencolok tampak pada pos Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Blitar. Dalam Perubahan APBD 2025, anggarannya melonjak dari Rp4,19 miliar menjadi Rp7,59 miliar naik Rp3,29 miliar, nyaris setara dengan besaran pemangkasan bantuan sosial.

Pos itu meliputi biaya pemeliharaan gedung, rumah dinas, dan fasilitas pejabat termasuk wali kota serta wakil wali kota.

“Rakyat seharusnya menjadi prioritas, bukan kenyamanan pejabat. Setiap rupiah anggaran mestinya mencerminkan keadilan sosial, bukan kemewahan birokrasi,” tegas Trijanto.

Namun, Pemerintah Kota Blitar membantah adanya pemangkasan terhadap dana bantuan sosial.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes menyatakan tidak ada pos bansos yang dipotong secara khusus.

“Wah, enggak, enggaklah ada pemangkasan anggaran bansos. Mohon maaf, coba nanti kita cek lagi, karena saya masih dalam perjalanan,” ujar Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu 25 Oktober 2025.

Kendati begitu, publik tetap menaruh harapan agar Pemkot Blitar meninjau ulang arah kebijakan fiskalnya.

Dalam situasi ekonomi yang masih tertatih, anggaran semestinya kembali kepada esensi dasarnya: menyejahterakan rakyat, bukan memperindah kantor atau memperluas kenyamanan pejabat. (*) 

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Hadiri Puncak BIK dan FinExpo 2025, Sebut Jatim Penggerak Ekonomi Nasional

Baca Selanjutnya

Rawan Kecelakaan, Jalan Nasional Rangkasbitung-Cikande Butuh Perbaikan

Tags:

Ironi Kota Blitar pemkot Blitar anggaran bansos Pejabat

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda