KETIK, BLITAR – Pemerintah Kota Blitar menyiapkan jalur bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sebanyak 102 siswa kelas XII SMA sederajat yang berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 4 masuk dalam sasaran program bimbingan belajar gratis sekaligus beasiswa kuliah yang disiapkan Pemkot Blitar.
Program tersebut dikenalkan kepada para siswa dan orang tua melalui kegiatan Ngobras atau Ngobrol Asik Santai bersama Wali Kota Blitar di Halaman Kantor Wali Kota Blitar, Minggu, 23 Agustus 2026.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan, program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang agar kondisi ekonomi keluarga tidak menghentikan langkah mereka setelah lulus SMA.
Menurutnya, pendidikan hingga jenjang sarjana menjadi salah satu modal penting bagi anak muda untuk menghadapi persaingan dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Lulusan SMP sederajat, SMA sederajat belum cukup secara keilmuan dan kemampuan untuk bertarung di dunia kerja. Maka kalau nanti sudah lulus S1, insyaallah nanti lapangan pekerjaan semakin gampang, dan kalau dia mau menciptakan lapangan pekerjaan juga sangat mumpuni dan sangat mungkin,” kata Mas Ibin, Rabu 26 Agustus 2026.
Dari 102 siswa yang telah terdata sebagai calon penerima program, sekitar 50 siswa hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Pemkot Blitar masih akan memanggil siswa lainnya agar seluruh peserta yang masuk sasaran dapat mengetahui sekaligus memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Dindin Alinurdin mengatakan, bimbingan belajar gratis tahap II menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapan akademik siswa sebelum menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Namun, program tersebut tidak berhenti pada persiapan menghadapi ujian masuk kampus.
Dindin menyebut siswa juga didorong mengembangkan kompetensi dan kualitas diri agar memiliki bekal lebih kuat ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Bukan sekadar ikut bimbel saja, tetapi ini kesempatan untuk mengembangkan kompetensi diri sehingga lebih berkualitas, baik secara individu maupun secara keseluruhan,” ujarnya.
Dia menambahkan, sasaran program berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 4 atau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Karena itu, kesempatan tersebut diharapkan benar-benar dimanfaatkan siswa untuk meningkatkan jenjang pendidikan sekaligus membantu memperbaiki kondisi keluarganya di masa mendatang.
“Sasaran ini dari keluarga desil 1 sampai 4 atau keluarga yang membutuhkan bantuan, tentunya dimanfaatkan untuk bisa mengangkat derajat keluarga agar bisa menjadi lebih baik lagi,” lanjut Dindin.
Pemkot Blitar berharap program bimbel dan beasiswa tersebut dapat memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk masuk perguruan tinggi.
Dengan begitu, keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi alasan seorang siswa harus menghentikan cita-citanya setelah menamatkan pendidikan menengah.
Program tersebut sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia Kota Blitar, dengan mendorong lebih banyak anak muda memiliki pendidikan tinggi, kompetensi yang lebih baik, serta daya saing menghadapi masa depan.
.png)