Pemecatan Ratusan THL dan Outsourcing Picu Persoalan Baru, Lautan Sampah Mulai  Bermunculan di Jalanan Kota Blitar

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

11 Jan 2026 11:16

Thumbnail Pemecatan Ratusan THL dan Outsourcing Picu Persoalan Baru, Lautan Sampah Mulai  Bermunculan di Jalanan Kota Blitar
Sudut jalanan Kota Blitar mulai dihiasi oleh lautan sampah yang bermunculan, Minggu 11 Januari 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kebijakan Pemerintah Kota Blitar yang menghentikan kontrak ratusan tenaga outsourcing dan Tenaga Harian Lepas (THL) kini memunculkan persoalan baru di ruang publik.

Salah satu dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah menumpuknya sampah di sejumlah ruas jalan kota, terutama sampah dedaunan yang tak lagi tertangani secara rutin, Minggu 11 Januari 2026.

Beberapa titik jalan protokol hingga kawasan permukiman terlihat dipenuhi sampah yang berserakan. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta mencederai wajah Kota Blitar yang selama ini dikenal bersih dan tertata.

Pemutusan kerja terhadap tenaga outsourcing dan THL tersebut diketahui dilakukan hampir di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Blitar.

Baca Juga:
Cegah Banjir di Situbondo, Camat Asembagus dan Warga Kompak Bebersih Selokan

Namun, hingga kini belum terlihat adanya skema pengganti yang siap bekerja, khususnya di sektor pelayanan dasar seperti kebersihan dan pengamanan.

Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul, mengakui bahwa kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap kinerja lembaga legislatif maupun OPD lainnya. Ia menyebut, di lingkungan sekretariat DPRD saja sudah terjadi kekurangan tenaga yang cukup signifikan.

“Di sekretariat DPRD, dari sekitar 30 tenaga outsourcing, ada 10 orang yang diberhentikan. Dampaknya langsung terasa pada pelayanan,” ujar Syahrul, Selasa.

Syahrul bahkan menuturkan bahwa kebijakan itu turut berimbas secara pribadi. Sopir yang biasa mendukung aktivitas kedinasannya ikut terkena pemutusan kerja dan hingga kini belum ada kejelasan status.

Baca Juga:
PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

“Sekarang saya nyopir sendiri. Sopir saya belum tahu kapan bisa bekerja kembali,” ungkapnya.

Menurut Syahrul, dampak pemecatan tenaga non-ASN tidak bisa dipandang sebelah mata. Hampir seluruh OPD harus melakukan penyesuaian darurat agar pelayanan tetap berjalan, meski dengan keterbatasan.

“Petugas piket terpaksa diambil dari ASN secara bergantian. Di sekretariatan juga kekurangan tenaga Banpol. Belum lagi soal kebersihan, sampah mulai terlihat di mana-mana,” tegasnya.

Kritik juga datang dari Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar, Dedik Endarwanto. Ia menilai kebijakan penghentian kontrak tenaga outsourcing dan THL dilakukan tanpa perencanaan matang serta minim mitigasi dampak.

“Kalau seperti ini, yang dirugikan bukan hanya para pekerja, tetapi juga masyarakat. Pelayanan terganggu dan kota jadi terlihat kumuh,” kata Dedik.

Dedik meminta Pemkot Blitar segera mengambil langkah cepat agar persoalan tersebut tidak semakin meluas. Ia menegaskan, kebersihan dan pelayanan publik tidak boleh menjadi korban kebijakan yang tidak siap secara teknis.

“Harus segera diselesaikan. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Jalanan harus bersih dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

RS Graha Sehat Probolinggo Bantah Dugaan Malapraktik

Baca Selanjutnya

Padat Parkiran Usai Diresmikan, Alun-alun Rangkasbitung Berpotensi Tingkatkan PAD Lebak

Tags:

sampah Blitar Kota Blitar pemecatan Outsourcing THL DPRD Syahrul jalan

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend