Ketua GPI Kritik DPRD Blitar: Seleksi Sekda Jangan Dikompor-komporin

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

1 Okt 2025 19:33

Thumbnail Ketua GPI Kritik DPRD Blitar: Seleksi Sekda Jangan Dikompor-komporin
Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), Jaka Prasetya, Rabu 1 Oktober 2025. (Foto: Favan/Ketik)

KETIK, BLITAR – Polemik seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar kian panas setelah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, melontarkan kritik terhadap keikutsertaan Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono.

Kritik itu sontak menuai respons keras dari Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), Jaka Prasetya, yang menilai sikap Rifa’i justru menunjukkan pola pikir yang usang dan menghambat reformasi birokrasi.

Jaka menegaskan, proses seleksi terbuka yang digelar Pemkab Blitar adalah sistem yang sehat dan wajib dihormati. Menurutnya, ASN dari manapun, termasuk Priyo, punya hak yang sama untuk mengikuti seleksi tanpa diskriminasi.

“Jangan ada upaya membajak proses seleksi dengan alasan daerah asal. Kalau sudah menggunakan sistem seleksi terbuka, semua ASN berhak ikut. Itu aturan negara, bukan aturan rasa suka atau tidak suka DPRD,” ujar Jaka, Rabu 1 Oktober 2025.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Tekankan Keterlibatan Koperasi di Pasar Murah

Menurut Jaka, pernyataan Rifa’i yang menyebut langkah Priyo “tidak etis” adalah argumentasi lemah. Ia menegaskan bahwa etika dalam birokrasi justru terletak pada merit sistem, yakni seleksi berbasis kompetensi, bukan sekadar asal-usul instansi.

“Menolak hanya karena orang luar itu pemikiran sempit. Kalau semua pakai logika sempit begitu, kapan daerah ini bisa maju? Kita sedang butuh percepatan pembangunan, bukan dibatasi oleh mental feodal,” tegasnya.

Jaka juga mengingatkan, peran DPRD seharusnya bukan menjadi penghalang, melainkan mitra yang mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia bahkan menyentil bahwa komentar Rifa’i lebih mirip “kompor politik” daripada kritik membangun.

“Sekda itu otoritas mutlak bupati, DPRD jangan coba-coba intervensi nggak usah kompor-kompor. Pansel saja tidak menentukan siapa yang jadi Sekda, hanya menyaring tiga nama terbaik. Jadi kenapa DPRD sampai sok mengatur urusan yang bukan domainnya?” sindir Ketua GPI.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Lebih jauh, Jaka menyarankan agar legislatif memberikan kontribusi yang lebih nyata, seperti mendorong efisiensi belanja daerah dan peningkatan pendapatan.

“Kalau memang ingin berkontribusi, DPRD seharusnya membantu mencarikan solusi. Misalnya mendorong pembentukan tim efisiensi anggaran. Itu lebih bermanfaat, daripada ribut soal siapa orang dalam atau orang luar,” tambahnya.

Diketahui, lima nama pejabat dinyatakan lolos seleksi Sekda Kabupaten Blitar, yakni Agus Santosa (Kadis Pendidikan), Khusna Lindarti (Pj Sekda), Priyo Suhartono (Sekda Kota Blitar), Rully Wahyu (Inspektur), dan Suhendro Winarso (Kaban Kesbangpol). Dari daftar itu, hanya Priyo yang berasal dari luar lingkungan Pemkab Blitar.

Sementara itu, Rifa’i tetap bersikukuh calon Sekda sebaiknya berasal dari internal Pemkab Blitar. Ia beralasan ASN internal lebih memahami karakter birokrasi Blitar. Namun pernyataan ini langsung ditabrak kritik keras Jaka yang menilai klaim itu sebagai bentuk diskriminasi terselubung.

“ASN itu milik negara, bukan milik daerah. Jangan lagi bicara soal siapa orang dalam atau luar. Yang penting kinerjanya, rekam jejaknya, dan apa yang bisa ia lakukan untuk Blitar,” pungkas Jaka.(*)

Baca Sebelumnya

Pakar UNAIR: Jokowi di Bloomberg Bisa Dongkrak Kepercayaan Investor Asing

Baca Selanjutnya

Ketua DPRD Batam Apresiasi Rakor Optimalisasi PAD: Perkuat Sinergi Daerah

Tags:

Jaka GPI Seleksi Sekda Kompor DPRD Intervensi

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda