Gus Tamim Ajak Warga Blitar Tanam Sayur di Pekarangan : Ini Solusi Ketahanan Pangan

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Fisca Tanjung

2 Apr 2026 12:35

Thumbnail Gus Tamim Ajak Warga Blitar Tanam Sayur di Pekarangan : Ini Solusi Ketahanan Pangan
Gus Tamim seusai acara sosialisasi pemanfaatan greenhouse skala kecil bagi petani lokal, di Kampung Coklat Blitar, Rabu 1 April 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Di bawah langit malam yang hangat, ratusan orang berkumpul di Kampung Coklat. Bukan sekadar halalbihalal biasa, malam itu terasa seperti ladang harapan yang mulai ditanami pelan-pelan.

Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Tamim,  atau yang akrab disapa Gus Tamim, menggelar kegiatan Halalbihalal sekaligus sosialisasi pertanian greenhouse skala kecil bagi petani lokal Kabupaten Blitar, Rabu malam, 1 April 2026. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai kader hingga petani.

Ada sesuatu yang berbeda dari agenda ini. Di sela silaturahmi pasca Lebaran, terselip gagasan sederhana namun diam-diam revolusioner: menjadikan pekarangan rumah sebagai benteng ketahanan pangan.

“Hari ini bukan hanya tentang berkumpul dan saling memaafkan. Ini juga tentang bagaimana kita bisa mulai menanam, sekecil apa pun, di rumah masing-masing,” ujar Gus Tamim kepada awak media.

Baca Juga:
SPPG Gaprang Blitar Mulai Beroperasi, Sasar 1.325 Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Ia mengajak kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga tingkat RT untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam sayuran, cabai, hingga tanaman pangan lainnya. Menurutnya, langkah kecil ini bisa menjadi jawaban atas tantangan besar mulai dari fluktuasi harga hingga ancaman krisis pangan.

Pendekatan greenhouse skala kecil yang dikenalkan dalam kegiatan ini menjadi salah satu solusi praktis. Metode tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas produksi meski cuaca tidak menentu sebuah strategi sederhana, tapi cerdas.

Tak hanya wacana, para peserta juga mendapatkan pembekalan teknis. Mulai dari cara membuat greenhouse sederhana, memilih bibit unggul, hingga teknik perawatan tanaman yang efisien. Antusiasme terlihat jelas seolah benih semangat itu langsung tumbuh malam itu juga.

Gus Tamim menegaskan, gerakan ini sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga ketahanan pangan. Namun, ia menekankan bahwa kekuatan sebenarnya justru lahir dari rumah-rumah warga.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

“Kalau setiap rumah bisa menanam, maka ketahanan pangan itu bukan lagi konsep besar, tapi kebiasaan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pengurus ranting PKB se-Kabupaten Blitar, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa upaya ini bukan kerja satu-dua pihak, melainkan gerakan bersama.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pertemuan malam. Tapi bagi yang hadir, ini seperti menanam masa depan diam-diam, tapi pasti tumbuh.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut. Bukan hanya untuk memperkuat kemandirian pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi keluarga dari hasil panen yang bisa dijual.

Dan malam itu di Kampung Coklat, sebuah pesan sederhana tertanam kuat: bahwa perubahan besar, sering kali dimulai dari halaman rumah sendiri. (*)

Baca Sebelumnya

Perdana! Wahyu Hidayat Tinjau MBG Prasmanan di MIN 2 Kota Malang

Baca Selanjutnya

SPPG Gelar Uji Coba 1.300 Porsi MBG Prasmanan di MIN 2 Malang, Ini Kelebihannya

Tags:

Gus Tamim Ajak warga Blitar Tanam sayur Pekarangan ketahanan pangan Kabupaten Blitar Kampung Coklat

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend