Diduga Ada Pungutan Rp175 Ribu, Pelatihan Guru TK di Blitar Dikecam

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

2 Mei 2025 12:36

Thumbnail Diduga Ada Pungutan Rp175 Ribu, Pelatihan Guru TK di Blitar Dikecam
Pelatihan guru TK Kabupaten Blitar, Selasa 29 April 2025. (Foto: Favan/ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Di tengah gencarnya kebijakan efisiensi anggaran dan penekanan terhadap praktik pungutan liar oleh pemerintah, sebuah kegiatan pelatihan guru TK di Kabupaten Blitar justru menuai kontroversi.

Pelatihan bertajuk “Tari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) Kabupaten Blitar pada Selasa 29 April 2025 diduga disertai pungutan senilai Rp175.000 per peserta.

Kegiatan yang diikuti ratusan guru TK dari 22 kecamatan ini disorot karena mekanisme pemungutan dana yang dianggap tidak transparan dan memberatkan, terutama bagi guru non-ASN.

“Kami mendukung pelatihan seperti ini, tapi kenapa harus ada pungutan sebesar itu tanpa surat resmi? Kami hanya diberitahu lewat grup WhatsApp,” ungkap seorang guru TK dari Kecamatan Garum yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga:
SPPG Gaprang Blitar Mulai Beroperasi, Sasar 1.325 Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

“Sebagian besar dari kami bukan PNS. Kami hidup dari insentif yang tidak seberapa, tapi diminta membayar Rp175 ribu tanpa penjelasan rinci soal anggaran.”

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiap kecamatan diminta mengirim 100 guru. Bila benar demikian, dana yang terkumpul dari kegiatan ini bisa mencapai lebih dari Rp350 juta.

Pungutan tersebut dikabarkan dikoordinasi oleh bendahara IGTK di tingkat kecamatan, tanpa melibatkan surat edaran resmi dari pengurus kabupaten. Banyak guru merasa tertekan dan tidak memiliki ruang untuk menolak.

“Ada kesan bahwa ini kegiatan wajib. Kami tidak tahu apakah kegiatan ini sudah mendapat izin atau koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” imbuh guru yang sama.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Kritik keras juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sutiah, mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut dan menyayangkan kurangnya koordinasi.

“Kami tidak pernah menerima pemberitahuan atau undangan. Seharusnya, kegiatan yang melibatkan guru dalam jumlah besar dikoordinasikan dengan dinas, terutama bila ada pungutan,” ujar Sutiah saat dihubungi pada Rabu (30/04/2025).

“Ini penting untuk pengawasan, transparansi, dan perlindungan terhadap para guru.”

Dinas Pendidikan berjanji akan menelusuri kebenaran dugaan pungutan dan meminta klarifikasi dari pihak IGTK.

Hingga tulisan ini diunggah, Ketua IGTK Kabupaten Blitar, Yoerin Ernawati, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon belum membuahkan hasil.(*)

Baca Sebelumnya

Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Jombang Launching Kegiatan Fisik 100 Hari Kerja

Baca Selanjutnya

4 Tahun Mengabdi sebagai Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana Teguh Optimalkan Pemerataan Pendidikan

Tags:

guru tk Pelatihan Iuran Blitar Kabupaten Blitar

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Halalbihalal Berubah Jadi “Sidang Rakyat”, Petani Blitar Desak Perhutanan Sosial Tak Lagi Mandek

19 April 2026 21:23

Halalbihalal Berubah Jadi “Sidang Rakyat”, Petani Blitar Desak Perhutanan Sosial Tak Lagi Mandek

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend