Bayang-Bayang Pungli di Pos MBLB Babadan, Bapenda Blitar Siap Bergerak

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

30 Okt 2025 14:32

Thumbnail Bayang-Bayang Pungli di Pos MBLB Babadan, Bapenda Blitar Siap Bergerak
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Asmaningayu Dewi L., Kamis 30 Oktober 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kabar dugaan pungutan liar di Pos Pengamanan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, seperti bara yang tiba-tiba menyala. Bisik-bisik itu cepat merebak, menembus dinding pos pengawasan yang selama ini seolah tak tersentuh.

Namun, kali ini respons datang tak kalah cepat. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Asmaningayu Dewi L., yang akrab disapa Ayu, langsung mengambil sikap. Ia tak menunggu laporan formal atau instruksi berjenjang.

“Kami segera melakukan langkah optimalisasi. Salah satunya dengan operasi gabungan penertiban di Pos Pengawasan MBLB,” ujarnya tegas saat dikonfirmasi Ketik.com, Kamis 30 Oktober 2025.

Nada suaranya mantap. Tak ada keraguan sedikit pun. Ia tahu betul, sektor MBLB adalah salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap kebocoran di titik ini, sekecil apa pun, adalah ancaman serius bagi keuangan daerah.

Baca Juga:
SPPG Gaprang Blitar Mulai Beroperasi, Sasar 1.325 Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Ayu, penertiban bukan sekadar aksi reaktif. Ia menyebut Bapenda tengah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan. Salah satu fokus utama adalah mempertegas peran petugas pemeriksa di lapangan—orang-orang yang menjadi garda depan dalam proses pemungutan pajak MBLB.

“Mereka wajib bekerja profesional. Ada komitmen dan konsekuensi yang sudah disepakati. Kalau terbukti ada penyelewengan, kami pastikan ditindak tegas,” katanya.

Ayu menyadari, di balik sorotan terhadap pos Babadan, ada persoalan lama yang terus berulang: lemahnya pengawasan dan disiplin petugas. Karena itu, Bapenda berencana turun langsung memeriksa kondisi di lapangan.

“Kami ingin memastikan apa akar masalahnya. Setelah itu, kami susun langkah perbaikan yang konkret,” tuturnya.

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Ia juga kembali mengingatkan hal yang sering diabaikan: Surat Tanda Pengecekan (STP). Dokumen ini, kata Ayu, wajib ditunjukkan oleh setiap pengemudi truk pengangkut material saat melintasi pos. STP adalah bukti sah bahwa muatan mereka telah tercatat dan pajaknya disetor sesuai ketentuan.

“STP itu bukan formalitas. Itu bagian penting dari sistem pengawasan dan penarikan pajak yang legal,” tegasnya.

Sektor mineral bukan logam dan batuan memang selama ini menjadi lahan empuk bagi kebocoran PAD di banyak daerah. Di Blitar, sektor ini tengah menjadi sorotan publik karena kompleksitas di lapangan, dari pengusaha tambang hingga sopir truk yang setiap hari keluar-masuk pos pengawasan.

Ayu tak menampik tantangan itu. Namun ia yakin pembenahan bisa dilakukan melalui sistem yang solid.

“Kami terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola baru Pajak MBLB. Tujuannya agar potensi kebocoran bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia menutup pembicaraan dengan kalimat singkat tapi sarat makna “Yang kami jaga bukan hanya uang daerah, tapi juga kepercayaan publik.”

Dengan nada demikian, Bapenda Blitar tampaknya tak sekadar sedang merespons isu. Mereka sedang berusaha menegakkan kembali prinsip dasar tata kelola transparansi, disiplin, dan tanggung jawab publik.(*)

Baca Sebelumnya

Puluhan Massa Gelar Aksi Damai Dukung Alex Noerdin, Minta Presiden Prabowo Beri Amnesti

Baca Selanjutnya

DPRD Sayangkan Optimalisasi DBHCHT 2024 Pemkab Tuban, Kawasan Penghasil Tembakau Jadi Anak Tiri

Tags:

Pos MBLB Bapenda Blitar Kabupaten Blitar dugaan pungli Babadan Pantau Petugas Wlingi

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

19 April 2026 14:17

PPP Kota Blitar Gelar Muscab X, Regenerasi Didorong dan Target 6 Kursi 2029 Digaungkan

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

19 April 2026 10:20

Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRI

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

18 April 2026 23:26

Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

18 April 2026 14:32

BPKH Bongkar Skema Dana Haji, Gus An'im: Biaya Turun, Dampak Konflik Timur Tengah Ditutup APBN

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

18 April 2026 14:27

Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana Pembinaan

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

18 April 2026 10:00

PKK Rejotangan Dorong Penguatan Keluarga, Respons Lonjakan Perceraian di Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend