KETIK, BLITAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Blitar periode 2026–2031 resmi dilantik dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Pasar Pusat Kuliner Kota Blitar, Senin 3 Agustus 2026.
Mengusung tema “Gerakan Kembali ke Pasar, Menuju Masyarakat Makmur Pedagang Sejahtera”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat organisasi pedagang sekaligus menyatukan langkah untuk mengembalikan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua DPD APPSI Kota Blitar, Titeng Perdamaian, menegaskan kepengurusan yang baru akan fokus mengawal aspirasi pedagang sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pasar tradisional.
Menurutnya, APPSI hadir bukan hanya sebagai organisasi pedagang, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pedagang dengan pemerintah agar berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif.
“Gerakan kembali ke pasar bukan hanya mengajak masyarakat berbelanja, tetapi menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat yang selama ini tumbuh dari pasar tradisional,” ujar Titeng.
Ia menilai pasar tradisional memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat transaksi jual beli. Pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang menjaga kehidupan ekonomi masyarakat kecil sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Karena itu, APPSI Kota Blitar berkomitmen memperkuat organisasi melalui edukasi kepada pedagang, pendampingan usaha, hingga sosialisasi berbagai program dari DPP APPSI kepada seluruh komisariat pasar.
Selain itu, pihaknya berharap APPSI dapat dilibatkan dalam setiap penyusunan kebijakan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan pasar tradisional di Kota Blitar.
“Kami berharap ada ruang dialog yang lebih luas sehingga aspirasi pedagang dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam setiap kebijakan yang menyangkut pasar tradisional,” katanya.
Titeng memastikan kepengurusan periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan komunikasi dengan pemerintah daerah, mengawal kepentingan pedagang, sekaligus mendorong terciptanya pasar tradisional yang semakin kompetitif tanpa meninggalkan karakter sebagai pusat ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, keberhasilan menghidupkan kembali pasar tradisional tidak hanya diukur dari meningkatnya transaksi, tetapi juga dari tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat untuk menjadikan pasar sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Purwoko, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APPSI Kota Blitar yang baru.
Ia berharap keberadaan organisasi tersebut mampu memperkuat sinergi antara pedagang dan pemerintah dalam membangun pasar rakyat.
“Saya mewakili Kepala Dinas Disperindag dan Pemerintah Kota Blitar mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus APPSI Kota Blitar,” ucap Purwoko.
Ia berharap APPSI mampu menjadi motor penggerak kebangkitan pasar tradisional di Kota Blitar.
“Semoga APPSI bisa mendorong bertumbuhnya geliat ekonomi dan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar-pasar tradisional Kota Blitar,” katanya.
Purwoko menegaskan pasar tradisional tetap memiliki posisi strategis dalam perekonomian daerah.
“Karena memang sejatinya jantung perekonomian itu ada di pasar-pasar tradisional,” tegasnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPW APPSI Jawa Timur, Adi Sucipto, mengatakan pelantikan DPD APPSI Kota Blitar menjadi bagian dari penyelesaian pembentukan kepengurusan APPSI di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Alhamdulillah hari ini DPD APPSI Kota Blitar dipimpin Pak Titeng telah selesai dilantik,” ujarnya.
Menurut Adi, saat ini hampir seluruh daerah di Jawa Timur telah memiliki kepengurusan APPSI.
“Sudah hampir keseluruhan kota/kabupaten di Jawa Timur dilantik semua, kurang sekitar empat kota/kabupaten lagi,” jelasnya.
Ia menegaskan tujuan utama APPSI tetap sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional.
“Harapannya kita ingin pedagang pasar tradisional kembali sejahtera. Siapa lagi yang peduli kalau bukan dari kami. Meskipun jajaran pengurus APPSI sangat beragam, ada yang menjadi pedagang, pengusaha bahkan DPR, namun tujuan kami tetap satu yaitu menyejahterakan pedagang pasar tradisional,” ungkap Adi.
Adi juga menyebut proses pembentukan kepengurusan di Jawa Timur merupakan bagian dari instruksi organisasi tingkat pusat agar seluruh daerah segera menjalankan program kerja.
“Kebetulan dewan pembina kami itu Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami diinstruksikan bulan Agustus ini di Jawa Timur sudah clear dilantik semua, sehingga program-program dari pusat dapat berjalan dengan lancar sampai ke daerah-daerah,” katanya.
Ia menambahkan APPSI berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program yang berpihak kepada pedagang pasar tradisional.
“Kami selalu mendukung birokrasi di daerah-daerah untuk mendukung program-program pemerintah daerah guna kesejahteraan pedagang pasar tradisional,” pungkasnya.
