Yes! Rupiah Berjaya di Angka Rp 14.900

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Irwansyah

17 Jan 2023 09:11

Thumbnail Yes! Rupiah Berjaya di Angka Rp 14.900
Uang rupiah (Foto: Ahsanjaya/Pexels.com)

KETIK, JAKARTA – Isu resesi ekonomi global tampak belum begitu berefek pada Indonesia. Hal ini terlihat dari nilai tukar rupiah yang menguat tajam terhadap dollar AS. 

Pada perdagangan hari ini, Selasa (17/1/2023) nilai tukar rupiah menguat hingga ke level Rp 14.900/USD. Menguatnya rupiah ini dikarenakan berbagai sentimen positif terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menjelaskan nilai tukar yang menguat bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh negara berkembang atau emerging market lainnya.

"Pada Jumat (13/1/2023) Yen Jepang menguat, Dolar Singapura, Yuan juga menguat. Hampir semua regional menguat," tutur David

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Penyebab menguatnya nilai tukar negara emerging market, karena nilai inflasi di Amerika Serikat yang turun ke level 6,5% yoy. Oleh sebab itu The Fed tidak menaikkan suku bunga acuannya.

Tidak hanya pengaruh dari luar tetapi kenaikan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi faktor dalam negeri, dimana keputusan pemerintah memperketat devisa hasil ekspor (DHE) juga disambut positif oleh para pelaku pasar.

Dan juga, penerbitan obligasi global sebesar US$ 3 miliar juga dinilai menjadi sentimen positif pergerakan nilai tukar rupiah.

"Penerbitan bonds di awal tahun oversubscribe. Kita mengeluarkan US$ 3 miliar, tapi kabarnya permintaannya sampai US$ 17 miliar. Berita tentang DHE, trade (neraca dagang) juga masih surplus. Jadi, banyak sentimen positif," jelas David.

Baca Juga:
Perkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Tekanan Pendapatan, Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Bensin Gratis untuk 200 Ojol

Penguatan rupiah sendiri menurut David masih akan berlanjut hingga semester 1 2023. Hal ini akibat perkembangan positif ekonomi nasional.

Selain itu diasumsikan jika pada semester II 2023 nanti, inflasi global akan lebih bergejolak sehingga nilai tukar rupiah masih akan fluktuatif.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh ekonomi Bank Mandiri Faisal Rachman. Menurutnya, menguatnya rupiah karena adanya faktor internal dan eksternal.

Dari sisi eksternal, sentimen dari global terlihat dari inflasi di berbagai negara maju, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa yang menunjukkan arah penurunan.

"Ini memberikan harapan bahwa bank-bank sentral besar dunia tidak akan terlalu hawkish dalam menaikkan suku bunga acuannya tahun ini," jelas Faisal.

Faisal sendiri memperkirakan dalam jangka pendek rupiah masih akan berfluktuatif dikisaran Rp 14.900 hingga Rp 15.000 per dolar AS. Namun dalam jangka panjang sendiri harus ada antisipasi mengenai gejolak ekonomi didalam negeri, salah satunya neraca perdagangan dalam negeri yang mendapatkan perhatian dari pelaku pasar.

"Kita masih lihat di akhir tahun rupiah akan ditutup pada level Rp 15.200 hingga Rp 15.300 per USD," jelas Faisal. (*)

Baca Sebelumnya

Studi: Makanan Manis Bikin Pria Cepat Botak

Baca Selanjutnya

Majukan UMKM, Gubernur Khofifah Luncurkan Program Prokesra dengan Bunga 3 Persen

Tags:

Ekonomi rupiah dollar global Inflasi

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar