Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan, Pemkab Bojonegoro Gandeng UGM Panen Padi Varietas Gamagora 7

Jurnalis: Sukiman
Editor: Gumilang

1 Mar 2026 14:55

Thumbnail Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan, Pemkab Bojonegoro Gandeng UGM Panen Padi Varietas Gamagora 7
Pemkab Bojonegoro saat panen padi varietas Gamagora bersama UGM. (Foto: Sukiman/Ketik. com)

KETIK, BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro terus memperkuat komitmen mewujudkan kemandirian pangan melalui inovasi sektor pertanian. Wujud nyatanya panen padi varietas Gamagora 7 yang digelar di Desa Bayamgede, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu, 28 Februari 2026.

Kegiatan bertema “Menuju Bojonegoro Swasembada Pangan Berkelanjutan” ini merupakan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hal ini sebagai langkah strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Baca Juga:
Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Mengingat mayoritas masyarakat Bojonegoro menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peningkatan produktivitas menjadi agenda strategis selain sektor kesehatan.

“Penguatan manajemen air menjadi kunci keberlanjutan produksi,” terangnya.

Menurut Bupati, pembangunan embung, normalisasi sungai, serta perbaikan bendung akan terus dilanjutkan. Ia juga meminta pengawasan tata kelola distribusi air semakin diperkuat, termasuk keberlanjutan kerja sama pengembangan benih unggul bersama UGM.

“Harapan kami, Bojonegoro mampu menjadi daerah swasembada pangan yang berkelanjutan dan meninggalkan legasi kuat di sektor pertanian. Target kami tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi meningkatkannya hingga menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. itu impian saya,” ujarnya.

Baca Juga:
Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa produksi padi Bojonegoro pada tahun 2025 mencapai 886.443 ton, meningkat 24,7 persen dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 710.502 ton.

Peningkatan tersebut, menurutnya, turut dipengaruhi kondisi iklim yang relatif berpihak, di mana kemarau kering berubah menjadi kemarau basah sehingga terjadi peningkatan luas tambah tanam hingga 10.000 hektare.

Ia menjelaskan, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemkab Bojonegoro untuk mengamankan produksi.

“Pada 2025, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengairan dilakukan secara masif, meliputi pembangunan irigasi sepanjang 24.248 meter, normalisasi 23 embung, serta pembangunan 16 titik pompa air,” katanya.

Upaya tersebut dinilai efektif dalam mengendalikan dampak curah hujan tinggi sehingga tidak terjadi banjir yang mengganggu lahan pertanian.
Selain itu, intensitas pembinaan kepada petani juga ditingkatkan.

Tingkat kunjungan dan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mencapai 99 persen pada Maret 2025, disertai penguatan pengamatan hama dan penyakit tanaman.

Hasilnya, sepanjang 2025 tidak terjadi serangan hama dan penyakit yang signifikan di Bojonegoro, berbeda dengan sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Memasuki 2026, tantangan semakin berat. Berdasarkan prakiraan iklim, kondisi diperkirakan kembali normal dengan potensi kemarau kering. Hal ini berpotensi mengurangi luas tambah tanam hingga 10.000 hektare dan menurunkan produksi sekitar 54.906 ton.

“Meski demikian, Bojonegoro otimis tetap mampu menjaga daya saing produksi di tingkat regional,” terangnya.

Sebagai langkah antisipatif, menurut Zaenal Fanani, telah dilakukan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada. Hal ini menindaklajuti arahan Bupati Setyo Wahono.

Kerja sama melalui pengembangan demplot padi Gamagora di lima kecamatan, yakni Dander, Ngasem, Kepohbaru, Sugihwaras, dan Kedungadem. 
Hasilnya menunjukkan produktivitas yang menggembirakan.

Produksi terendah tercatat di Kecamatan Ngasem sebesar 7,6 ton atau 6,6 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, sedangkan tertinggi di Desa Bayamgede, Kecamatan Kepohbaru, mencapai 11,4 ton atau 10 ton GKG per hektare.

Sebagai perbandingan, rata-rata produktivitas nasional saat ini berada pada kisaran 5,2–5,3 ton per hektare. Dengan capaian tersebut, Bojonegoro dinilai memiliki potensi besar untuk melampaui produktivitas rata-rata nasional bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, menyampaikan bahwa varietas Gamagora dirancang untuk menjawab kompleksitas persoalan pertanian saat ini. Mulai dari ketidakpastian musim, kualitas tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia, hingga keterbatasan sumber air.

Ia menjelaskan, Gamagora merupakan singkatan dari Gadjah Mada Gogo Ranca, yang memiliki karakter adaptif terhadap kondisi air, baik saat kelebihan maupun kekurangan air.

Selain itu, varietas ini ramah terhadap penggunaan bahan nonkimia dan didukung paket teknologi pendamping seperti pupuk hayati.

Melalui sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para petani, panen Gamagora 7 di Desa Bayamgede menjadi tonggak optimisme baru dalam mewujudkan Bojonegoro sebagai lumbung pangan berkelanjutan. (*)

 

Baca Sebelumnya

Malang Dreamland, Destinasi Wisata Keluarga dengan Wahana Seru, Tiket Mulai Rp5 Ribu!

Baca Selanjutnya

Butuh Uang Kecil untuk THR? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Jatim, Cek Lokasi di Malang

Tags:

Pemkab Bojonegoro Bojonegoro UGM

Berita lainnya oleh Sukiman

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

10 April 2026 22:34

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar