Waspada! Kini Prevalensi Merokok di Indonesia Tertinggi di Dunia

Jurnalis: Achmad Fazeri
Editor: M. Rifat

31 Mei 2024 06:04

Thumbnail Waspada! Kini Prevalensi Merokok di Indonesia Tertinggi di Dunia
Ilustrasi tentang imbauan untuk berhenti merokok. (Foto: istockphoto)

KETIK, JAKARTA – Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi mengatakan prevalensi merokok pada anak-anak serta remaja di Indonesia saat ini sangat tinggi, yakni mencapai 9,1 persen. Hal ini mengalami lompatan signifikan sejak 5 tahun terakhir yang semula 8,5 persen.

"Prevalensi adalah jumlah keseluruhan penyakit yang terjadi pada satu waktu tertentu di sebuah wilayah," kata Tulus kepada Ketik.co.id, Kamis (30/5/2024).

Tulus mengaku sangat prihatin, karena prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Menurutnya, tanpa adanya pengendalian dari sisi marketing, iklan, maupun promosi, diprediksi prevalensi merokok di Indonesia akan melambung menjadi 15 persen.

"Meningkatnya prevalensi merokok itu tidak lepas dari pengaruh (intervensi) industri rokok yang sangat masif lewat promosi dan iklan di berbagai media," jelasnya.

Baca Juga:
Sinergi Lawan Stunting, Surabaya Tekan Prevalensi ke 1,6 Persen

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ini mengungkapkan, regulasi masalah iklan serta promosi rokok di Indonesia terkenal paling permisif di dunia. Termasuk iklan rokok semacam baliho, poster, dan sejenisnya yang dipasang dekat sekolah dan institusi pendidikan. 

"Belum lagi iklan rokok di media televisi dan media elektronik lainnya. Dan semakin mengkhawatirkan adalah iklan rokok di ranah media digital (internet) yang kini belum ada regulasinya," imbuhnya.

Tulus mengatakan, industri rokok juga memakai jurus lain untuk memasarkan rokok kepada anak-anak serta remaja, yakni dengan pola penjualan langsung via Sales Promotion Girl (SPG). Bahkan, pola penjualan rokok yang tiada batas, kini kian mempermudah mereka untuk menjangkau dan membelinya.

"Nyaris di setiap jengkal tempat, anak, remaja, dan orang dewasa, bisa membeli rokok lewat warung, kios, retail modern yang sekarang kian menjamur, pedagang kaki lima, maupun asongan. Dan bisa dibeli secara ketengan pula," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia, YLKI Minta Jokowi Segera Sahkan RPP Kesehatan

Baca Sebelumnya

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker PMPTSP Kota Malang Siapkan Database Terintegrasi

Baca Selanjutnya

Stop Menyuapi Anak Saat Usia 4-5 Tahun, Bila Ingin Anak Cepat Bisa Menulis

Tags:

Prevalensi Prevalensi Merokok Komnas Pengendalian Tembakau Tulus Abadi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Berita lainnya oleh Achmad Fazeri

Putra Wabup Sugeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Grobogan

15 Februari 2026 04:43

Putra Wabup Sugeng Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Grobogan

58.010 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Dinsos Grobogan Gandeng BPJS Kesehatan Lakukan Percepatan Reaktivasi

12 Februari 2026 11:59

58.010 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Dinsos Grobogan Gandeng BPJS Kesehatan Lakukan Percepatan Reaktivasi

Anak-anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau, Ramaikan HPN dan HUT ke-80 PWI di Grobogan

9 Februari 2026 18:37

Anak-anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau, Ramaikan HPN dan HUT ke-80 PWI di Grobogan

100 Anak Ikuti Khitanan Gratis Sambut HUT Ke-300 Grobogan

7 Februari 2026 21:39

100 Anak Ikuti Khitanan Gratis Sambut HUT Ke-300 Grobogan

[Berita Foto] Pemerintah Alokasikan Pupuk Subsidi 1,38 Juta Ton untuk Jawa Tengah

28 Februari 2025 21:40

[Berita Foto] Pemerintah Alokasikan Pupuk Subsidi 1,38 Juta Ton untuk Jawa Tengah

Konjen Australia Gandeng Solopos Media Group Gelar Workshop dan Uji Kompetensi Wartawan

23 Februari 2025 08:11

Konjen Australia Gandeng Solopos Media Group Gelar Workshop dan Uji Kompetensi Wartawan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar