KETIK, MALANG – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Negeri Malang (UM) diwarnai pengawasan ketat, Selasa, 21 April 2026. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kewajiban bagi peserta yang menggunakan behel atau kawat gigi untuk mengenakan masker selama ujian berlangsung.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kepala Subdit Seleksi Direktorat Pendidikan UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., CFP, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif terhadap modus kecurangan teknologi tinggi.
"Tahun lalu ada kasus behel gigi yang diselipkan kamera mikro. Meskipun tidak di sini kejadiannya, tetapi tetap kami antisipasi," tegas Dr. Rizky.
Pihak panitia pun telah menyediakan masker di setiap ruang ujian bagi peserta yang kedapatan mengenakan behel guna memastikan tidak ada celah bagi penggunaan alat bantu komunikasi ilegal.
Baca Juga:
Aksi Heroik Petugas Selamatkan Remaja di Malang, Polisi Tekankan Pentingnya Kepekaan SosialTak hanya soal behel gigi, UM juga memperketat pemeriksaan melalui metal detector. Direktur Pendidikan UM, Prof. Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D, menjelaskan pihaknya bahkan menyediakan belasan kemeja putih sebagai cadangan bagi peserta.
"Kami siapkan baju khusus seperti kemeja putih agar bisa dipakai oleh peserta. Ada 12 pakaian yang kami sediakan seandainya baju yang mereka pakai terdeteksi oleh metal detector," jelas Prof. Evi.
Langkah ini bertujuan agar pemeriksaan tidak terkendala oleh aksesori pakaian yang mengandung logam namun mencurigakan.
Secara umum, pelaksanaan hari pertama UTBK di UM berjalan kondusif. Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menyebutkan bahwa sebanyak 19.640 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di pusat UTBK UM hingga 28 April mendatang.
Baca Juga:
Cegah Joki dan Earphone, UB Siagakan Ratusan Alat Deteksi di UTBK SNBT 2026"Secara umum pelaksanaannya bagus. Peserta juga datang lebih awal, rata-rata sudah datang sejak pukul 06.00 WIB untuk memastikan lokasi ujian," ujar Prof. Hariyono.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini, terdapat kebijakan baru dari pusat di mana peserta tidak bisa lagi memilih lokasi kampus secara spesifik, melainkan hanya kota tujuan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi praktik kecurangan yang dilakukan secara sistematis.
Untuk mendukung kelancaran agenda nasional ini, UM telah mengerahkan 1.009 pengawas yang telah menandatangani pakta integritas dan menyiapkan 1.300 unit komputer yang tersebar di 67 ruang ujian berbagai fakultas. (*)