Warga Obi Soroti Dampak Kehadiran PT Poleko Yobarson, Konsultan Gelar Sosialisasi Bersama Pemerintah Desa

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Rahmat Rifadin

28 Agt 2025 10:45

Thumbnail Warga Obi Soroti Dampak Kehadiran PT Poleko Yobarson, Konsultan Gelar Sosialisasi Bersama Pemerintah Desa
Penyampaian materi sosialisasi perwakilan konsultan dari Lembaga Wana Aksara, 27 Agustus 2025. ( Foto: Riman/Ketik)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kehadiran perusahaan kayu PT Poleko Yobarson kembali menjadi sorotan masyarakat di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Dalam kegiatan sosialisasi bersama konsultan Lembaga Wana Aksara, warga dan pemerintah desa menyampaikan langsung pandangan mereka terkait dampak kehadiran perusahaan pemegang konsesi hutan terbesar di Pulau Obi tersebut.

Meski beberapa warga telah direkrut Tujuan Orangi tenaga kerja, serta adanya pemanfaatan hasil pertanian lokal sebanyak 10 kg sayur dan hasil tangkap nelayan berupa 80 kg ikan momar untuk kebutuhan konsumsi perusahaan, masyarakat menilai dampak negatif masih lebih dominan dibandingkan dampak positif.

Peran Konsultan: Kajian Sosial, Bukan Bagian dari Perusahaan

Raffi Bimo, perwakilan konsultan dari Lembaga Wana Aksara, menegaskan pihaknya bukan bagian dari PT Poleko Yobarson.

Baca Juga:
Sengketa Lahan di Obi: Bambang ‘Pengadilan Opsi Terakhir’, La Jamra ‘Tak Ada Jalan Lain’

“Kami bekerja sama dengan PT Poleko hanya dalam kerangka survei sosial berbasis partisipatoris (Participatory Rural Appraisal) dan Social Impact Assessment. Peran kami adalah mengumpulkan data, menganalisis, dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian sosial di lapangan,” jelas Raffi.

Foto Foto Budiman s. Mala Tokoh muda Pemerhati Masyarakat Obi.
(Foto Riman/ ketik)Budiman s. Mala Tokoh muda Pemerhati Masyarakat Obi. (Foto Riman/ ketik)

Ia menambahkan bahwa soal nilai kompensasi dan manfaat yang diterima masyarakat, konsultan tidak dapat menilai layak atau tidak, karena sangat bergantung pada kesepakatan, dinamika pasar, dan kebijakan pemerintah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan perlu meningkatkan kontribusinya melalui program CSR, penyerapan tenaga kerja, serta dukungan di bidang sosial-ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Suara Tokoh Masyarakat: Trauma Banjir dan Tuntutan Ganti Rugi

Baca Juga:
Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Budiman S. Mala, tokoh pemerhati masyarakat Obi, mengingatkan bahwa PT Poleko memegang konsesi hutan seluas ±86 ribu hektar, yang menurut catatannya, pernah memicu bencana banjir besar di Pulau Obi.

Banjir besar pertama terjadi pada 1990-an, merusak ribuan tanaman petani, sementara pada 5 Desember 2016, banjir bandang melanda sejumlah desa, termasuk Jikotamo, Buton, Laiwui, Akegula, dan Desa Baru. Desa Laiwui dan Akegula tercatat paling parah dengan kerugian material sangat besar.

“Ribuan pohon pala dan kelapa di Desa Buton rusak akibat banjir 2016, dan warga terpaksa pindah tanpa kompensasi. Kini PT Poleko kembali beroperasi, masyarakat masih dihantui rasa was-was. Kami mendesak perusahaan mengganti kerugian akibat banjir, jika tidak, kami siap melaporkan PT Poleko atas dugaan kejahatan lingkungan,” tegas Budi, salah satu tokoh masyarakat.

Foto Foto Raffi Bimo, perwakilan konsultan dari Lembaga Wana Aksara.
( Foto Riman/ Ketik)Raffi Bimo, Perwakilan Konsultan Lembaga Wana Aksara. (Foto: Riman/Ketik)

Selain itu, ia menyoroti bahwa regulasi konsesi PT Poleko yang berlaku sejak tahun 1970 sudah tidak relevan lagi, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengembangkan perkebunan di lahan sekitar hutan.

Harapan: Perbaikan Dampak Sosial

Menanggapi kekhawatiran tersebut, konsultan menyatakan telah menerima berbagai aspirasi masyarakat dan akan menuangkannya ke dalam laporan resmi.

“Harapannya, ke depan dampak negatif bisa dikurangi, sementara dampak positif semakin diperbesar. Kehadiran perusahaan swasta seharusnya menjadi mitra pembangunan, bukan menambah beban sosial masyarakat desa,” ujar Raffi.

Masyarakat Obi kini menunggu tindak lanjut dari PT Poleko Yobarson, termasuk kepastian program sosial yang lebih nyata serta solusi atas kerugian akibat banjir di masa lalu. (*)

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Gelontor Bansos Rp16,75 M untuk Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Bahas Pengajuan Tol Malang-Kepanjen, Bupati Malang Audiensi dengan Kemenko Infra

Tags:

dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian sosial di lapangan Kecamatan Obi PT. Poleko Yubarson kerangka survei sosial berbasis partisipatoris (Participatory Rural Appraisal) dan Social Impact Assessment. Peran kami adalah m

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar