Warga Jember Tuntut Segera Cabut Kebijakan Sistem Satu Arah Kawasan Kampus

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

1 Nov 2023 10:54

Thumbnail Warga Jember Tuntut Segera Cabut Kebijakan Sistem Satu Arah Kawasan Kampus
Rapat dengar pendapat masyarakat lingkungan Kampus menolak Sistem Satu Arah, Rabu (1/11/2023) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Puluhan warga kawasan kampus, Sumbersari, Jember dan mahasiswa mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Rabu (1/11/2023). Mereka menolak adanya kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) lingkar kampus yang diberlakukan selama 24 jam.

Rapat dengar pendapat yang difasilitasi Komisi C, dalam hal ini mendatangkan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan warga sekitar. Audiensi berjalan tidak kondusif, warga meluapkan kekesalannya tanpa memberikan ruang kepada dishub untuk berkomentar.

Warga merasa terdampak dan kebijakan SSA dinilai kurang tepat mengingat ada alternatif lain mengurai kemacetan terutama di ruas Jalan Jawa dan Kalimantan.

Salah satu perwakilan warga Tegal Boto Kidul, Abdul Khadar menguraikan beberapa alasan warga menolak kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut. 

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Mulai dari jarak tempuh yang semakin panjang, banyak kejadian kecelakaan akibat kebut-kebutan, dan kemacetan tidak bisa dihindari terutama pada Jalan Mastrip timur. 

“Saya pikir SSA ini terlalu dini untuk diberlakukan, mungkin yang perlu dilakukan penataan parkir dan PKL nakal yang memakan bahu jalan,” kata Abdul usai rapat dengar pendapat.

Mereka menuntut agar kebijakan SSA segera dicabut. Bila tidak warga akan kembali melakukan aksi.

Menanggapi itu, Ketua Komisi C Budi Wicaksono, hanya mencatat apa yang menjadi keluhan warga untuk kemudian disampaikan kepada bupati dan kepala dishub dalam waktu 2 x 24 jam.

Baca Juga:
DPRD Jember Siapkan Dana Darurat, Warga Mumbulsari Keluhkan Banjir yang Terus Berulang

“Dari Komisi C tidak berhak untuk langsung menerima atau mengamini, otomatis bupati yang akan membuat kebijakan itu,” ungkap Budi.

Budi menambahkan, risiko yang mungkin terjadi akan disampaikan kepada kepala daerah pemegang kebijakan. “Sepertinya tidak mungkin bupati itu bisa langsung membatalkan, jadi kita ambil jalan tengah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dishub Agus Wijaya, menyampaikan langkah selanjutnya terkait kebijakan diserahkan kepada Komisi C sebagai penengah audiensi. “Ini kan sudah menyangkut masalah stabilitas keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, dishub selama ini hanya menjalankan tugas dari kepala daerah dan wewenangnya hanya pada transportasi saja. “Kalau nyabut gampang, saya perintahkan petugas untuk batalkan, lepas sudah. Tapi semua ada yang mengetuai," jelas Agus.

Hasil evaluasi terakhir SSA dengan OPD terkait adalah tetap jalan dengan beberapa pertimbangan melibatkan dinas-dinas terkait untuk ikut bekerjasama menyelesaikan masalah kemacetan.

Agus berterus terang bahwa ia tidak bisa menentukan apakah SSA ini akan berlanjut atau tidak. “Kita tunggu keputusan dari Bupati pemegang kebijakan,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Berkat Operasi Pasar, Harga Beras di Jatim Alami Penurunan

Baca Selanjutnya

Berdayakan UMKM, Pj Wali Kota Malang Inisiasi Kamis Mbois, Ajak ASN Berpakaian Produk Lokal

Tags:

warga menolak SSA rapat dengar pendapat DPRD Jember Dishub Jember SSA sistem satu arah kawasan kampus Jember

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar