KETIK, MALANG – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Jawa Timur.

Bantuan berupa mesin cultivator alat tanam jagung dorong dan mesin panen tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Jawa Timur periode 2026–2031 yang digelar di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat, 17 Juli 2026.

Mesin cultivator atau yang dikenal sebagai traktor mini memiliki fungsi utama untuk membantu petani dalam mengolah lahan pertanian, khususnya pada skala kecil hingga menengah.

Alat tersebut mampu menggemburkan tanah serta menghancurkan gumpalan tanah keras setelah proses pembajakan agar lahan lebih siap untuk ditanami.

Baca Juga:
Puji Gaya Kepemimpinan Ketum DPN HKTI Sudaryono, Arum Sabil: Dari yang Kecil, Kita Bisa Menilai Pemimpin Bangsa ke Depan

Dengan ukuran yang lebih ringkas dan mudah dioperasikan, cultivator dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani karena dapat menghemat waktu dibandingkan pengolahan lahan secara manual menggunakan cangkul.

Selain mesin cultivator, bantuan juga diberikan berupa mesin tanam jagung dorong. Alat tersebut dirancang untuk membantu proses penanaman benih sekaligus penyebaran pupuk secara bersamaan.

Mesin tanam jagung ini dilengkapi fitur pengaturan yang dapat disesuaikan untuk menentukan kedalaman lubang benih maupun pupuk sesuai kebutuhan petani.

Melalui bantuan alsintan tersebut, pemerintah berharap produktivitas pertanian semakin meningkat serta mampu mendorong modernisasi sektor pertanian di tingkat daerah.

Baca Juga:
Bukan Sekadar Seremoni, Ketua Panpel Sebut Pelantikan HKTI Jatim di Desa Pandanmulyo Gerakkan Ekonomi Warga

Kehadiran teknologi pertanian ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Sebetulnya udah banyak juga yang kita bantu dan kita berikan. Dan kalau memang masih kurang kita bisa berikan yang lain juga di kemudian hari," pungkasnya. (*)