KETIK, TUBAN – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni yang akrab disapa Mbak Yuni, menggelar Serap Aspirasi (Reses) masa persidangan di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Kamis, 30 Juli 2026. 

Sri Wahyuni didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro Sukur Priyanto dan Ketua DPC Partai Demokrat Tuban, Imam Sutiono.

Dalam forum tersebut, ada dua keluhan dari warga Parengan yakni terkait kondisi infrastruktur jalan provinsi penghubung Tuban–Bojonegoro dan krisis air bersih saat masuk musim kemarau.

"Jalan antar kabupaten Tuban-Bojonegoro di wilayah Kecamatan Parengan sangat memprihatikan, bergelombang, retak-retak," ungkap Dwi, salah satu warga dalam sesi tanya jawab.

"Selain itu, bila malam lampu penerangan redup ini sangat menghambat aktivitas warga Parengan maupun warga kecamatan lain yang akan menuju kota Bojonegoro," imbuhnya.

Baca Juga:
Porsadin VII Tuban Resmi Dibuka, 282 Madrasah Diniyah Adu Prestasi di Pesantren Tanggir Singgahan

Sementara, Nukman Ali menyampaikan terkait krisis air bersih di wilayah Kecamatan Parengan, khususnya Desa Kumpulrejo saat memasuki kemarau panjang.

"Wilayah sini dekat anak kali Kening, tetapi kalau sudah kemarau sering kekurangan air bersih. Mohon Ibu Yuni dewan memperhatikan kami. Karena jenengan sebagai perwakilan kami," kata Nukman

Merespons keluhan itu, Mbak Yuni menegaskan bahwa infrastruktur jalan dan air bersih merupakan barang publik dan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi negara.

"Hari ini kami diwaduli warga Parengan terkait infrastruktur jalan di wilayahnya. Mereka minta ada perhatian serius dari Pemprov Jatim," ujar politikus Partai Demokrat dari Dapil Bojonegoro–Tuban tersebut.

Baca Juga:
Tradisi Wiwit Panen Raya di Bojonegoro Tetap Lestari, Sri Wahyuni Tekankan Pentingnya Perhatian bagi Petani

Untuk mempercepat penanganan, DPRD Jatim akan menjalankan fungsi pengawasan. Langkah awal yang dijanjikan adalah verifikasi lapangan untuk memetakan titik kerusakan dan memastikan status kewenangan jalan, apakah milik provinsi atau kabupaten.

Ia berjanji setelah reses selesai pihaknya berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

"Infrastruktur jalan ini menyangkut keselamatan dan perekonomian masyarakat, harus jadi prioritas. Penanganan jalan memerlukan sinergi anggaran dan penegasan kewenangan antara Provinsi dan Kabupaten agar perbaikan bisa segera dieksekusi," jelasnya

Ia menambahkan, Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jatim akan mendorong pengalokasian anggaran prioritas pada pembahasan APBD Pemprov Jatim tahun berjalan maupun tahun mendatang untuk peningkatan Infrastruktur jalan Bojonegoro-Tuban.

Selain itu, mendorong kolaborasi dengan daerah untuk mencarikan langkah solutif soal kekeringan air bersih di Parengan.

"Aspirasi warga adalah bahan baku utama kami dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran. Kami mohon waktu untuk menindaklanjuti Aspirasi ini untuk disinergikan bersama Pemprov Jatim dan Pemkab Tuban," pungkasnya.(*)