Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Soroti Penambangan di Nusakambangan, Khawatir Timbulkan Bencana

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: Rahmat Rifadin

14 Des 2025 20:28

Thumbnail Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Soroti Penambangan di Nusakambangan, Khawatir Timbulkan Bencana
Foto kondisi saat ini Pulau Nusakambangan dilihat melalui Google Eart. (Foto: Tangkapan layar Google Earth)

KETIK, CILACAP – Pulau Nusakambangan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dikenal sebagai kawasan strategis nasional dan cagar alam dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang masif.

Sementara di pulau Nusakambangan data kondisi saat ini melalui Google Earth dan beredar bukti visual terkini, menunjukkan telah terjadi deforestasi signifikan, dimana ribuan hektare hutan telah rusak akibat aktivitas penambangan batu kapur.

Dengan bukti visual yang beredar memperlihatkan area di Pulau Nusakambangan membentuk cekungan tanah berwarna merah yang kontras dengan rimbunnya hutan tropis di sekitarnya. Area yang ditandai ini diyakini merupakan lokasi aktivitas penambangan.

Menyoroti hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno menyampaikan kegelisahannya berkaca pada bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah seperti di Sumatera dan Aceh yang diduga Human Error (Kesalahan Manusia) melihat banyak kayu gelondongan yang ikut hanyut saat banjir bandang akibat longsor.

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Foto Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

Legislator dari Fraksi Gerindra ini khawatir akan apa yang terjadi dengan Pulang Nusakambangan apabila terus dilakukan penambangan ujung-ujungnya akan mengakibatkan longsor, banjir bahkan tsunami.

Suyatno mengungkapkan, sudah menjadi rahasia umum selama puluhan tahun, Pulau Nusakambangan ditambang oleh perusahaan semen di Cilacap yang berganti-ganti kepemilikannya dan saat ini dimiliki oleh PT. Solusi Bangun Indonesia.

"Intinya bahwa selama puluhan tahun telah dilakukan penambangan di Pulau Nusakambangan. Walaupun penambangan mendapat izin secara resmi, tapi terpikir juga oleh kita bahwa kalau terus menerus digali saya khawatir benteng pertahanan laut lepas akan tergerus juga nantinya," ujar Pak Yatno sapaan akrabnya.

Baca Juga:
Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

"Kalau benteng pertahanan satu-satune dikeruk terus-menerus, bisa terjadi pada saat air pasang bisa meluap hingga ke Kabupaten Cilacap. Belum kalau ada bencana Tsunami ini sangat membahayakan bagi masyarakat," imbuhnya.

Untuk langkah selanjutnya, Suyatno akan mengambil sikap mengajak Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk melihat kembali situasi penggalian yang di yang ada di Nusa Kambangan.

"Saya akan mensupport teman-teman dari komisi yang terkait untuk meninjau langsung perkembangan penggalian di Nusa Kambangan, apakah tindakan tersebut kira-kira cukup aman atau membahayakan," pungkasnya.

Selebihnya Suyatno menyatakan apabila penambangan tidak aman maka pihaknya bersama Pemerintah Daerah akan mengusulkan untuk dihentikan.

"Kita tahu bahwa selama ini kontrak PT. SBI dengan pemerintah pusat sekitar 900 hektar tetapi baru dikerjakan sebanyak 110 hektar, nah ini kan sisanya masih banyak yang akan di tambang, mungkin sampai dengan anak cucu cicit kita penambangan berlangsung terus menerus," ucap Kader dari Partai berlambang Burung Garuda ini.

 "Saya secara pribadi dan selaku anggota Dewan akan terus mengawasi dan menindaklanjuti masalah ini, bagaimana caranya supaya kegiatan di Pulau Nusakambangan ditinjau kembali," lanjutnya.

"Jadi kalau kegiatan penambangan di Nusakambangan tidak aman harus segera dievaluasi. Kami dari legislatif kolaborasi dengan eksekutif nanti akan mengusulkan untuk dihentikan kalau memang dirasa sudah membahayakan," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Tiket Masuk Gratis Pantai Prigi Trenggalek Dicabut Per 21 Desember

Baca Selanjutnya

Update Korban Banjir-Longsor Sumatera: 1.016 Meninggal, 212 Hilang

Tags:

Cilacap nusakambangan Suyatno gerindra cilacap DPRD Cilacap

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

11 April 2026 08:49

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

8 April 2026 20:08

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

4 April 2026 21:22

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

4 April 2026 06:40

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar