Wagub Emil Tekankan Pentingnya Pengelolaan Holistik DAS Brantas Berbasis Landscape

Jurnalis: Martudji
Editor: Mustopa

16 Sep 2025 16:10

Thumbnail Wagub Emil Tekankan Pentingnya Pengelolaan Holistik DAS Brantas Berbasis Landscape
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak membuka Rapat Kerja Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup Wilayah DAS Brantas Berbasis Landscape di Surabaya (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas sebagai sumber kehidupan masyarakat di Jatim.

Ia menekankan, pengelolaan DAS tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau sektoral, melainkan harus dengan pendekatan holistik berbasis landscape yang memandang Brantas sebagai satu kesatuan ekosistem utuh.

Itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup Wilayah DAS Brantas Berbasis Landscape yang digelar bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI di Hotel Luminor Sidoarjo, Selasa 16 September 2025.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya memberikan apresiasi atas prakarsa forum strategis ini. Pengelolaan DAS Brantas harus kita lihat sebagai upaya kolektif untuk merumuskan langkah konkret menjaga ekosistem yang menopang hajat hidup jutaan masyarakat,” ujar Emil.

Baca Juga:
Emil Dardak Tinjau Pelebaran Jalan Akses ke Malang Selatan, Warga Diingatkan Jangan Ngebut

DAS Brantas merupakan Daerah Aliran Sungai terbesar kedua di Pulau Jawa dengan luas mencapai 11.800–12.070 km² atau seperempat wilayah Jawa Timur, melintasi 16 kabupaten/kota. Sungai sepanjang 320 km ini bermata air di Kota Batu, mengelilingi Gunung Kelud, hingga bermuara di Kali Surabaya dan Kali Porong.

Lebih dari 60 persen penduduk Jawa Timur bergantung pada DAS Brantas, baik sebagai penyedia air baku untuk rumah tangga dan industri, irigasi bagi lumbung pangan nasional, maupun pasokan energi listrik melalui PLTA.

 “Sehatnya Brantas berarti sehatnya Jawa Timur. Sebaliknya, terganggunya Brantas akan menjadi ancaman serius bagi masa depan kita,” tegas Emil.

Meski demikian, saat ini Brantas menghadapi tantangan berupa perubahan tata guna lahan di hulu, degradasi fungsi bantaran sungai, sedimentasi tinggi, hingga pencemaran domestik maupun industri.

Baca Juga:
[FOTO] Emil Dardak Dikerubungi Emak-Emak Muslimat dan Fatayat PCNU Jombang: Wagube Guanteng!

Data Kepmen LHK No. SK 316 Tahun 2018 mencatat bahwa pencemaran Brantas didominasi limbah rumah tangga sebesar 73 persen, limba peternakan 14 persen, non point source 10 persen, dan industri 3 persen.

“Fakta ini menegaskan bahwa menjaga Brantas bukan hanya tanggung jawab industri, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat. Edukasi, partisipasi publik, serta penguatan sanitasi rumah tangga menjadi kunci pengendalian pencemaran,” jelasnya.

Menurut Emil, pengelolaan lingkungan berbasis sektoral tidak lagi memadai. Dibutuhkan paradigma baru yaitu pengelolaan berbasis landscape, yang memandang DAS Brantas sebagai satu kesatuan ekosistem utuh, mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

“Pendekatan landscape hanya akan berhasil bila ada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus berjalan bersama. Pemerintah hadir melalui regulasi, dunia usaha dengan prinsip green economy, dan masyarakat sebagai penjaga lingkungan di garis terdepan,” ungkapnya.

Masih kata Emil, tujuan akhir dari upaya ini adalah menjadikan DAS Brantas sehat, produktif, dan tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Pemprov Jatim melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah langkah. Di hulu, rehabilitasi lahan bekas tambang dengan pengkayaan vegetasi terus dilakukan. Di sepanjang aliran sungai, monitoring kualitas air, patroli industri, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diperkuat sebagai strategi pengendalian limbah.

Pemprov Jatim juga menggandeng Relawan Jatim Jogo Kali yang aktif menjaga fungsi ekologi Brantas dari hulu hingga hilir. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Eduward Hutapea berharap pertemuan itu menghasilkan sebuah proses yang nantinya menjadi pedoman bagi yang ingin berkolaborasi dalam pengelolaan DAS agar memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat. 

“Tentunya yang kita ingin harapkan bersama ada interaksi positif dari kegiatan ini,  sehingga nanti menghasilkan bagaimana untuk menyempurnakan dan melengkapi apa yang sudah di gagas untuk kemudian kita simpulkan dan kolaborasikan bersama guna mendapatkan hasil maksimal dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” tandasnya.

Turut hadir di acara itu, Guru Besar Universitas Brawijaya Malang Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Pakar Forensik Lingkungan Universitas Airlangga Surabaya Dr. Sonny Kristanto, Kepala BBWS DAS Brantas Muhammad Noor, Kepala Bappeda, Dishut, Dinas SDA, Dinas LH di lingkungan Pemprov Jatim dan Kabupaten/Kota. (*)

Baca Sebelumnya

Cegah Generasi Muda Terjerat Pinjol Ilegal, Bank Jatim Situbondo Gencarkan Literasi Keuangan

Baca Selanjutnya

Mahasiswa Unisma Bantu Salurkan Waqaf Al-Qur'an dan Zakat Mal ke Desa Pandanajeng Malang

Tags:

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak Pengelolaan DAS Brantas Limbah Sungai Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar