Wacana Kenaikan PPN 12 Persen, Pakar UB: Perlu Perhitungan Cermat

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

3 Des 2024 14:40

Thumbnail Wacana Kenaikan PPN 12 Persen, Pakar UB: Perlu Perhitungan Cermat
Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Dias Satria. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Wacana untuk menaikkan PPN 12 persen mencuat di Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menuai polemik di masyarakat. Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Dias Satria menyebut pemerintah perlu melakukan perhitungan yang cermat.

Kenaikkan PPN tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara. Namun beberapa pihak yang kontra menyebut kebijakan ini dapat berpotensi mengurangi daya beli masyarakat. 

“Secara makro, pajak memang mengurangi pendapatan disposabel masyarakat sehingga menurunkan konsumsi. Ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi," ujar Dias, Selasa 3 Desember 2024. 

Menurutnya diperlukan riset berbasis data untuk memastikan kapasitas kenaikan pajak untuk meningkatkan pendapatan negara. Khawatirnya, PPN 12 persen justru mengorbankan pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

"Pemerintah perlu melihat sensitivitas dampak kenaikan PPN ini terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” lanjutnya. 

Menaikkan PPN 12 persen dapat menunjukkan risiko penurunan daya beli di masyarakat. Akibatnya Indonesia dapat mengalami deflasi yang berpengaruh pada seluruh sektor perekonomian. 

“Deflasi jauh lebih berbahaya daripada inflasi. Ada istilah deflation spiral, yang mana deflasi membuat pertumbuhan ekonomi rendah dan berdampak luas pada sektor lain,” ungkapnya.  

Deflasi juga berdampak pada menurunnya investasi di Indonesia. Hal tersebut disebabkan kecenderungan pelaku bisnis untuk menahan ekspansi di tengah turunnya harga di masyarakat. 

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

“Sebaliknya, inflasi justru memicu aktivitas bisnis yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. 

Kendati demikian, Dias mengapresiasi peralihan pola perdagangan internasional dari multilateral menjadi bilateral. Peralihan ini dinilai menjadi kunci dari situasi ekonomi global yang cenderung fluktuatif. 

“Contohnya, Indonesia sangat tergantung pada hubungan dagang dengan Amerika Serikat, yang hanya bisa dipecahkan melalui perjanjian bilateral. Begitu juga dengan Eropa, yang memiliki banyak kepentingan di Indonesia,” tutupnya. 

Baca Sebelumnya

Masuk Musim Hujan, Rumah di Sempadan Sungai Kota Malang Diminta Waspada

Baca Selanjutnya

Rayakan Anniversary Ke-8, Hotel 88 Kedungsari Bagikan 88 Mealbox

Tags:

kenaikan PPN PPN 12 persen Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka Pajak kenaikan pajak Universitas Brawijaya Pakar Ekonomi

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar