Wabup Aceh Singkil Soroti Degradasi Lahan Ekosistem Gambut

Jurnalis: Zailani Bako
Editor: Rahmat Rifadin

7 Mei 2025 08:40

Thumbnail Wabup Aceh Singkil Soroti Degradasi Lahan Ekosistem Gambut
Wabup Aceh Singkil Hamzah Sulaiman bersama jajaran usai membuka diskusi publik terkait RPPEG 2025 di aula Bappeda, Selasa 6 Mei 2025.(Foto: Zaelani Bako/Ketik.co.id)

KETIK, ACEH SINGKIL – Kekhawatiran akan ancaman fungsi ekosistem gambut di Aceh Singkil akhir-akhir ini semakin mencemaskan. Ini akibat meningkatnya degradasi lahan dan pembukaan hutan secara serius.

Aceh Singkil diketahui sebagai salah satu daerah yang memiliki ekosistem gambut luas dan kaya akan keanekaragaman hayati. "Ekosistem (gambut) tidak mampu lagi menjaga keseimbangan lingkungan dan iklim globalnya," kata Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman di aula Bappeda Singkil, Selasa 6 Mei 2025.

Pernyataan itu disampaikan wabup pada acara rapat konsultasi publik penyusunan dokumen RPPEG Aceh Singkil tahun 2025.

Menurutnya, ekosistem gambut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat, mulai dari sumber air, bahan pangan, hingga ruang hidup flora dan fauna endemik.

Baca Juga:
Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

Namun kata Hamzah, ekosistem sedang menghadapi tekanan yang besar, berupa degradasi lahan, pembukaan hutan yang tidak terkendali, kebakaran lahan gambut dan praktik-praktik pengelolaan lahan yang belum berkelanjutan mengancam fungsi ekosistem gambut itu sendiri. 

Oleh karena itu, ia berharap perlindungan dan pengelolaan gambut bukan lagi sebuah pilihan, tetapi keharusan moral dan konstitusional yang harus ditunaikan bersama.

"3 hari ini, kita berkumpul untuk membahas dan mengkaji draft dokumen rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut Aceh Singkil atau RPPEG," kata wabup.

Dokumen ini, jelasnya lagi, bukan sekadar kumpulan data atau rencana tehnokratik. Ini adalah cermin dari komitmen bersama untuk menjaga warisan ekologis demi masa depan yang berkelanjutan. 

Baca Juga:
SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

Ia pun mengapresiasi pendekatan partisipatif yang dilakukan dalam penyusunan RPPEG ini. Melalui forum konsultasi publik tersebut dipastikan setiap suara baik masyarakat adat, petani, pelaku usaha, pemuda, akademisi hingga tokoh agama semua didengar dan dihargai.

" Itu jelas, demi penyempurnaan dokumen hingga tujuan akhir konsultasi," sebutnya.

Hamzah juga berharap agar semua isu strategis terkait pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut dapat diserap untuk kesempurnaan dokumen agar lebih konstektual, relevan dan aplikatif. 

Harapannya, diskusi dapat menghasilkan pemahaman bersama tentang arah dan strategi perlindungan ekosistem gambut di Aceh Singkil. Juga menyerap masukan tertulis maupun lisan dari peserta yang tajam dan konstruktif, hingga menjadi bagian dari rencana besar pembangunan daerah yang hijau, berkeadilan, dan inklusif pintanya.

"Saya membayangkan, 5 hingga 20.tahun ke depan Aceh Singkil akan menjadi model perlindungan gambut di Indonesia," pungkasnya.(*) 

 

 

Baca Sebelumnya

Wabup Halsel Pantau Pelaksanaan Ujian Nasional di SMP Negeri 6

Baca Selanjutnya

Banyak Anggota DPRD Sidoarjo Absen Paripurna, Ini Nama-Nama Yang Hadir dan Tidak

Tags:

Wabup Hamzah Sulaiman Keluhkan degradasi lahan ganggu ekosistem gambut Aceh Singkil 2015 diskusi RPPEG

Berita lainnya oleh Zailani Bako

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

11 April 2026 08:59

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

9 April 2026 01:43

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

8 April 2026 19:28

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

7 April 2026 23:19

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

6 April 2026 15:43

Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

Ketum PERMAHI Tanggapi Wibawa Peradilan Militer dalam Perspektif Teoretis

6 April 2026 08:18

Ketum PERMAHI Tanggapi Wibawa Peradilan Militer dalam Perspektif Teoretis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar