Wabah PMK Tekan Omzet Pedagang di Pacitan, Tukang Bakso Kurangi Porsi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

15 Jan 2025 15:19

Thumbnail Wabah PMK Tekan Omzet Pedagang di Pacitan, Tukang Bakso Kurangi Porsi
Pedagang daging sapi di Pasar Minulyo Pacitan tengah mengeluhkan penurunan omzet selama satu pekan terakhir, Rabu, 15 Januari 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Harga daging sapi di Pasar Tradisional Pacitan tercatat stabil tanpa ada kenaikan meski wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tengah merebak di keseluruhan wilayah.

Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Wahyu Dwi Cahyono, mengatakan, harga daging sapi biasa saat ini berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram, sementara untuk daging sapi super dihargai antara Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram.

Cahyo juga menambahkan, meski wabah PMK tak berpengaruh langsung terhadap harga jual daging sapi, sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan omzet akibat kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak. 

"Tidak ada kenaikan harga daging sapi meskipun kasus PMK tengah merebak. Namun, pedagang merasa omzet mereka menurun karena adanya kekhawatiran dari konsumen," ujar Cahyo usai cek kondisi ke sejumlah pasar, Rabu, 15 Januari 2025.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penjaja Kuliner Alami Hal Serupa, Tukang Bakso Kurangi Porsi

 

Selain memengaruhi omzet pedagang daging, usaha kuliner berbahan baku daging sapi, seperti bakso juga mengalami hal yang sama.

Penjual Bakso Gerobak di Pasar Minulyo Pacitan, Candra (26), juga mengungkapkan adanya penurunan omzet.

Biasanya, Candra hanya perlu menghabiskan dagangan baksonya sebelum pukul 11.00 WIB. Kini, hingga pukul 15.00 WIB terkadang masih ada sisa.

“Peminat pembeli bakso menurun, terutama lima hari terakhir ini. Mereka takut karena penyakit PMK itu. Kalau sebelum PMK laku 100 porsi lebih, sekarang paling sekitar 90-95 porsi saja,” terangnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Foto Tukang Bakso Gerobak yang berjualan di Pasar Minulyo Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Tukang Bakso Gerobak yang berjualan di Pasar Minulyo Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Sebagai solusi, Candra mengurangi porsi penjualan baksonya agar tetap bertahan. "Mau nurunin harga enggak bisa, solusinya ya tlaten saja. Sedikit-sedikit dapat,” ungkapnya.

Satu porsi bakso miliknya masih dijual dengan harga yang sama, yakni Rp10 ribu rupiah.

Para pembeli kini mengaku lebih selektif dalam membeli sejak munculnya kabar tentang PMK. Masyarakat juga diminta untuk memastikan daging yang dibeli berasal dari sumber yang sehat dan terjamin kualitasnya. 

"Diimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam membeli daging sapi. Selain itu, pedagang juga diminta untuk menjual daging sapi yang sehat dan tidak terinfeksi penyakit," tandas Plt Kabid Cahyo. (*)

Baca Sebelumnya

Perusahaan BUMN, Virama Karya Buka Lowongan Terbaru 2025

Baca Selanjutnya

Makin Mudah, Penerbitan PBG dalam 10 Jam Bakal Terealisasi di Kota Malang

Tags:

pacitan PMK

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H