KETIK, MALANG – Rumah Sakit dr Saiful Anwal (RSSA) memberikan vaksinasi campak kepada 1.224 tenaga kesehatan (nakes). Vaksin diberikan sebagai upaya perlindungan nakes terhadap risiko penularan campak di lingkungan rumah sakit.
Ketua Pelaksana, dr Dianawati Ekasari menjelaskan vaksin diberikan ada 11-13 Mei dan 21 Mei 2026 nanti. Vaksinasi juga dilakukan seiring dengan wabah campak yang kembali muncul di masyarakat.
"Kami dari rumah sakit berusaha agar teman-teman nakes yang ada risiko karena kontak dengan pasien ini mendapatkan perlindungan. Sebisa mungkin kita imbau agar nakes wajib mendapatkan vaksinasi campak," ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Sebelum mendapatkan vaksinasi, nakes diminta melakukan registrasi melalui link yang diberikan oleh Dinas Kesehatan untuk kemudian melakukan skrining. Bagi nakes yang telah melakukan vaksin sebanyak 2 kali maka tidak perlu mengikuti vaksin kembali.
"Kalau skrining ditanyai riwayat vaksinnya. Jadi mulai skrining fisik seperti tensi dan lainnya. Kalau misalnya tidak layak untuk divaksin saat ini karena kondisi, bisa ditunda dulu atau direschedule. Atau memang benar-benar tidak bisa karena sedang sakit, ya kita batalkan," ungkapnya.
Baca Juga:
Persempit Risiko Penularan, Nakes di Kota Malang Bakal Disuntik Vaksin CampakIa mengungkapkan, melalui pemberian vaksin kepada nakes ini sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh. Harapannya tidak timbul gejala maupun dampak besar ketika nakes terjangkit virus campak.
"Apalagi untuk teman-teman juga sering kontak dengan pasien. Kita enggak pernah tahu mungkin gejala itu kan juga membuat mereka jadi sakit apa terkena. Makanya untuk mencegah itu kita lakukan upaya ini," lanjutnya.
Selain melalui vaksinasi, RSSA telah mengimbau nakes untuk menjaga kondisi tubuh dan menerapkan hidup sehat agar terhindar dari potensi campak. Termasuk memberikan edukasi terhadap keluarga terdekat sebagai upaya preventif.
"Vaksin ini memang upaya untuk perlindungan salah satunya. Tapi kalau untuk ketahanan diri, kami mesti selalu mengimbau ada enam momen cuci tangan. Sebelum tindakan, setelah tindakan, atau setelah berkontak dengan pasien. Itu yang selalu kami tekankan," pungkasnya. (*)