Virus LSD Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

29 Mei 2023 08:50

Thumbnail Virus LSD Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pacitan
Salah seorang pedagang daging sapi di pasar tradisional Pacitan, (29/5/2023). (foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hasil pantauan Ketik.co.id ke lapangan, harga daging sapi di pasar tradisional Pacitan, Jawa Timur Senin (29/5/2023) masih tetap stabil, antara Rp140 sampai Rp150 ribuan. Tak terpengaruh dengan beredar virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menjangkit sapi di berbagai wilayah di Pacitan.

"Kalau LSD tidak ada efek untuk harga. Dagingnya juga hasil nyembelih sendiri, beli dari peternak, sama sudah dipastikan dulu, sapinya sakit apa tidak," kata Yuni pedagang daging sapi pasar Arjowinangun, senin (29/5/2023).

Yuni menjual daging sapi di pasar Arjowinangun, Pacitan dengan harga Rp140 ribuan, paling tinggi di harga Rp150 ribuan. Pun hal itu ditengarai momentum hari-hari besar.

"Sementara belum ada penurunan, kalau saya jual Rp140 ribu. Kalau kenaikan harga, biasanya pas lebaran idul fitri tahun ini, kemarin sampai Rp150 ribu," imbuhnya.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Di samping itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Kus Handoko mengungkapkan daging sapi yang terjangkit LSD, sebetulnya masih layak untuk dikonsumsi, dengan syarat bagian yang terjangkit harus dipisahkan.

Foto Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Kus Handoko. (foto: Yusuf Arifai for Ketik.co.id)Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Kus Handoko. (foto: Yusuf Arifai for Ketik.co.id)

"Bila sapi yang terjangkit LSD sudah merata (menyebar ditubuh), yang ditandai dengan perubahan warna, bentuk, kondisi daging, maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi. Sebaliknya pada kondisi di mana daging yang rusak, namun masih bisa di afkir, maka daging yang baik masih layak untuk dikonsumsi," tuturnya.

Menurut Handoko, masyarakat harus jeli dalam memilih daging di pasaran. Lebih baiknya, berasal dari rumah potong hewan yang diawasi pemerintah. Sehingga penentuan daging masih layak dikonsumsi atau tidak, dapat diseleksi oleh petugas yang ada di RPH (Rumah Potong Hewan).

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Daging yang diedarkan harus berasal dari RPH (rumah potong hewan) yang diawasi pemerintah, karena telah dijamin kelayakannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, rincian harga daging sapi di pasar tradisional Pacitan per hari ini, daging kelas satu, per kilo Rp140-Rp150 ribuan, daging kelas dua, per kilo Rp100-Rp135 ribuan. Dan untuk Jeroan dan Hati, Rp50-Rp100 ribuan.(*)

Baca Sebelumnya

3 Strategi Pemkab Ngawi Genjot Penerimaan PBB-P2, Tripujo: Kami Siapkan Reward

Baca Selanjutnya

Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Khofifah Ajak Masyarakat Lindungi Lansia di Lingkungan Terdekat

Tags:

Virus LSD daging sapi pacitan pedagang Harga Daging Sapi

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend