KETIK, SORONG – Lagu MBG alias Mas Bahlil Ganteng sedang merajai platform di banyak media sosial, sebut aja seperti Instagram, Tiktok, Facebook, bahkan dipakai lagu soundtrak untuk marketing oleh banyak produk UMKM dan kegiatan netizen lainnya yang dijadikan konten.

Tokoh Muda Partai Golkar Aisah Hamim mengapresiasi viralnya lagu MBG tersebut, ia mengatakan awal mula dari lagu ini datang dari sosok ketua Umum Partai Golkar sekaligus sebagai menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Menurut saya, kanda Bahlil adalah pribadi yang unik, ramah, punya gaya yang asik", ujar Aisah Hamim. Senin, 1, Juni 2026.

Dia menjelaskan, semua orang tau bahwa Bahlil Lahadalia selalu mempunyai gaya tersendiri, gaya yang ramah dan panggilan akrab yang biasa digunakan di kalangan HMI dan HIPMI yang seringkali memanggil dinda kepada juniorny dan kanda untuk seniornya.

"Gaya komunikasi yang luwes ini sangat baik digunakan agar suasana tampak akrab dan dekat secara emosional. Tak semua pemimpin mempunyai karakter dan gaya seperti ini. Dan gaya ini perlu ditiru oleh tokoh lainnya agar komunikasi politik bisa lebih cair dan menggembirakan," ungap Aisah Hamim. 

Baca Juga:
Wakil Ketua DPRD Brebes Buka Green House, Ajak Milenial Jadi Petani Keren

Menurutnya, Bahlil sering menggunakan sapaan dinda dan kanda sekarang tidak hanya di kalangan internal HMI dan HIPMI, namun digunakan dalam komunikasi kepada sahabat, rekan, dan kini menjadi tren komunikasi politik beliau. 

"Sapaan dinda kanda ini mulai dikenali khalayak umum. Apalagi berkat peran platform digital saat ini, sehingga konten Kanda Bahlil ini lebih terkenal lagi, dengan gaya yang unik dimiliki Kanda Bahlil, serta gaya ramah dan asik," ucapnya.

Meskipun sering dihujat para netizen sebutan warga online karena kebijakan beliau sebagai Menteri ESDM, Kanda Bahlil dinilai tampil santai dengan gaya dan senyumannya yang khas bikin nambah manis senyumannya, persis seperti kata lagunya Buah apa yang paling manis, Buaaahlil.

Aisah Hamim mengungkapkan, dilihat dari ilmu political marketing dan political communication, fenomena lagu MBG yang viral itu bisa dikaitkan dengan beberapa teori sekaligus.

Baca Juga:
Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong

Pertama adalah Political Branding dalam bidang Political Marketing. Intinya, tokoh atau partai dibangun seperti sebuah merek (brand). Nama yang sering muncul, mudah diingat, dekat dengan budaya populer, akan lebih melekat di pikiran publik.

Kedua adalah teori Meme Politics atau Meme-ification of Politics, yaitu ketika tokoh politik menjadi bagian dari budaya meme internet. Dalam teori ini, humor, lagu viral, parodi, remix, dan konten absurd justru membuat figur politik lebih dikenal oleh generasi muda dibanding kampanye formal.

Ketiga adalah konsep Affective Politics atau politik emosional. Orang tidak selalu mengingat program, tetapi mengingat emosi yang muncul dari sebuah simbol, lagu, atau tokoh. Sound MBG yang lucu dan mudah diingat menciptakan kedekatan emosional meskipun banyak orang awalnya hanya ikut tren.

Kalau dikaitkan dengan Partai Golongan Karya dan Bahlil Lahadalia, secara teori memang ada kemungkinan terjadi brand amplification (penguatan merek politik). Nama tokoh menjadi lebih dikenal, tingkat awareness meningkat, dan citra dekat dengan anak muda bisa terbentuk tanpa biaya kampanye konvensional yang besar.

"Kekuatan branding seorang Kanda Bahlil yang sangat kuat berkat lagu viral MNG ini, bisa dikatakan bisa mengalahkan popularitas semua ketua umum partai dan ini bisa menjadi bekal politik yang sangat baik untuk meningkatkan elektoral Partai Golkar jika lagu tersebut bisa dimaintenance dan dipertahankan oleh Partai Golkar sampai 2029", ungkapya.

Saking viralnya lagu ini, tidak hanya terkenal di Indonesia, bahkan sampai negara China, Turki , dan lagu MBG sampai digunakan di sebuah Club Bar besar di luar negeri.

"Sekali lagi, momentum ini sangat langka karena viral lagu Mas Bahlil Ganteng lahir secara alami dari keunikan gaya Kanda Bahlil dan respon kreatif dari para netizen budiman", kata Aisah Hamim.

Dengan lagu MBG yang viral itu, bisa dipastikan Kanda Bahlil sudah diterima dari kalangan Gen Alpha dan semua kalangan, gen Z, gen Milineal, kalangan UMKM, kalangan Ibu-Ibu, tentunya netizen sangat suka lagu tersebut. Toko Muda Partai Golkar itu berharap, pengurus DPP dapat mempertahankan viralnya lagu MBG tersebut dengan baik untuk kemenangan Partai Golkar di tahun 2029. (*)