Utomo: Sang Penjaga Apel Tak Sampai Punah di Kota Batu

Editor: Dendy Ganda Kusumah

12 Des 2025 13:51

Thumbnail Utomo: Sang Penjaga Apel Tak Sampai Punah di Kota Batu
Dengan pupuk kandang, Utomo berupaya menjaga agar apel tak sampai hilang di Kota Batu. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

KETIK, BATU – Semangat menolak menyerah ditunjukkan Utomo, petani apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ketua kelompok tani Maju Bersama ini terus berinovasi demi mengembalikan produktivitas apel Kota Batu, yang terus merosot selama beberapa waktu belakangan.

Utomo menyebut, salah satu biang jebloknya produktivitas apel Kota Batu adalah kondisi tanah yang sudah jenuh dengan bahan-bahan kimia. Hal ini, sambungnya, membuat buah menjadi kecil dan tanaman rentan terhadap penyakit dan serangan hama.

Solusinya, menurut Utomo, adalah dengan mengembalikan kondisi tanah. Ia menyebut penggantian pupuk kimia dengan pupuk organik merupakan cara paling baik untuk menyehatkan lagi kondisi tanah.

"Petani harus mau menggunakan pupuk kandang," tegas Utomo kepada Ketik.com.

Baca Juga:
Jaga Ikon Daerah, Cak Nur dan Mas Heli Turun Langsung Panen Apel Bersama Petani

Selain pupuk kandang, Utomo mengaku juga menggunakan sekam dan gamping di kebunnya. Gamping yang bersifat basa mampu mengembalikan kondisi tanah yang asam akibat penggunaan pupuk kimia.

Utomo kala menerima Ketik.com di rumahnya, di kawasan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, beberapa waktu lalu. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

Menurut Utomo, ia sudah membuktikan sendiri khasiat pupuk kandang untuk menyuburkan lagi tanah di kebun apelnya. Ia menggunakan kotoran kambing dan sejumlah bahan organik lain untuk membuat pupuk tersebut.

Utomo menyebut, penggunaan pupuk kandang sudah terbukti. Tanaman apelnya tumbuh lebih subur, buahnya lebih besar, dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Baca Juga:
Terima Pimpinan Ketik.com, Cak Nur Ajak Kolaborasi Bangun Kota Batu Melesat

"Bedanya kelihatan kok. Tumbuhan lebih subur dan kuat," tuturnya.

Utomo mengaku membuat sendiri pupuk kandang yang dipakai di kebunnya. Ia menggabungkan pengalamannya dan rekan-rekannya dengan ilmu yang ia dapat dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Lawang.

Menurut Utomo, secara ekonomis, pupuk kandang jauh lebih murah ketimbang pupuk kimia. Yang jadi masalah, sambung pria 65 tahun tersebut, adalah kelangkaan kotoran kambing yang jadi bahan utama pupuknya.

"Satu sak kotoran kambing harganya bisa mencapai Rp20 ribu," katanya.

Tak hanya pupuk, Utomo juga menggunakan zat-zat organik sebagai obat semprot bagi tanaman apelnya. Ia membuat sendiri obat semprot tersebut dari sejumlah rempah-rempah.

"Kalau mau mencari mudahnya, pakai yang kimia. Kalau mau bagus, pakai yang organik," tandasnya.

Utomo sendiri optimistis apel tak akan hilang dari Kota Batu. Ia menyebut, masih banyak petani apel yang berusaha keras agar bisa survive dalam kondisi ini.

"Saya yakin, insyaallah apel masih akan terus ada," tandasnya.

Baca Sebelumnya

Gerindra Blitar Genjot Kapasitas Kader, Suarakan Kesiapan Hadapi Dinamika Politik

Baca Selanjutnya

Sembako Murah dan IKM Lokal Jadi Magnet Pasar Murah Disperindag Kabupaten Malang di Pujon

Tags:

Gerebek Batu GerebekBatu apel batu Utomo Petani Apel Produksi Apel Apel tulungrejo

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar