KETIK, MALANG – Sebanyak 176 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Jumat, 23 Oktober 2026. Usai pelantikan tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kembali mempercepat pengisian jabatan yang masih kosong.
Sebelumnya, pelantikan 176 pejabat yang mayoritas bertugas di lingkungan kelurahan tersebut sempat tertunda. Wahyu mengaku informasi mengenai pelantikan sengaja disampaikan secara mendadak.
"Akhirnya hari ini yang sempat tertunda sudah kita lantik. Sesuai dengan apa yang saya sampaikan, pelantikan dilakukan dalam minggu ini dan memang saya buat mendadak," ujarnya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Sekitar 60–70 persen dari total pejabat yang dilantik ditempatkan di lingkungan kelurahan. Penempatan tersebut difokuskan untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong, termasuk sekretaris kelurahan dan kepala seksi (kasi).
"Ini sesuai dengan permintaan dari DPRD Kota Malang kemarin bahwa ujung tombak ini ada di kelurahan, untuk mengawal program dari pemerintah. Intinya, kita fokuskan banyak pejabat yang berada di kelurahan," lanjutnya.
Baca Juga:
Teliti Kotoran Burung Puyuh untuk Pakan Ayam, Fatur Raih Predikat Wisudawan Terbaik UnikamaMeski telah melantik ratusan pejabat, Pemkot Malang masih menghadapi kekosongan sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) seiring dengan adanya pejabat yang memasuki masa purnatugas. Wahyu menegaskan, pengisian jabatan tersebut harus mempertimbangkan kesesuaian kompetensi pejabat dengan posisi yang akan ditempati.
"Memang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama ini sangat sulit karena mencari yang pas sesuai dengan kompetensinya," ungkap Wahyu.
Wahyu menargetkan pengisian jabatan yang masih kosong dapat segera dilaksanakan, paling lambat November 2026. Terlebih, Pemkot Malang telah menerapkan manajemen talenta yang diharapkan dapat membuat proses pengisian jabatan lebih efektif dan sesuai dengan kompetensi.
"Tidak sampai Desember, kita percepat untuk pengisian jabatan kosong. Kepala BKPSDM sudah saya minta lari, kalau November ada kenapa tidak. Kita kan menggunakan manajemen talenta," pungkasnya. (*)