KETIK, PROBOLINGGO – Keterbatasan fisik bukan penghalang bagi para perajin UMKM Batik Tegar di Tegalampel, Bondowoso, untuk terus berkarya.
Namun selama ini, tantangan terbesar mereka bukan soal kualitas produk, melainkan bagaimana batik hasil karya teman-teman disabilitas itu bisa menembus pasar yang lebih luas.
Menjawab persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari UPN "Veteran" Jawa Timur mengembangkan sistem e-commerce khusus bagi Batik Tegar yang dilengkapi fitur QR Code dan notifikasi otomatis lewat WhatsApp.
Sistem ini resmi diserahkan kepada UMKM tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan serah terima dipimpin oleh Dr. Achmad Fawaid, S.S., M.A., M.A., didampingi Moulidvi Rizki Permita, M.A., dan Moh. Ainol Yaqin, M.Kom., serta dua mahasiswa yaitu Nurmalita Herdiana dan Cindy Eka Aulia. Rombongan diterima langsung oleh Halifatus Sani, pemilik UMKM Batik Tegar, bersama para perajin.
Baca Juga:
Lawan Perundungan Lewat Sastra Digital, UPN Veteran Jatim Hadirkan Inovasi untuk Sekolah di SitubondoBukan Sekadar Toko Online
Berbeda dari toko daring pada umumnya, platform ini dirancang untuk menopang seluruh proses pemasaran, mulai dari katalog digital, informasi motif dan harga, hingga pemesanan dan komunikasi dengan pembeli.
Setiap produk batik akan dilengkapi QR Code agar konsumen dapat mengakses informasinya secara instan, sementara fitur notifikasi WhatsApp memudahkan pengelola memantau dan menindaklanjuti pesanan yang masuk lewat aplikasi yang sudah akrab digunakan sehari-hari.
Dr. Achmad Fawaid menjelaskan bahwa kualitas produk Batik Tegar sebenarnya tidak diragukan. Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada bagaimana produk-produk berkarakter itu bisa dipertemukan dengan pasar yang lebih luas melalui sistem yang mudah dipahami dan tidak membebani mitra.
Baca Juga:
KKN UPN Jatim Dampingi Warga Wringinpitu Jombang Bangun Branding Briket Bonggol JagungIa menambahkan, keberhasilan transformasi digital sebuah UMKM tidak bisa hanya diukur dari kepemilikan situs web semata, melainkan dari kemampuan mitra mengoperasikannya secara mandiri dan merasakan dampaknya bagi bisnis mereka.
Pelatihan Menyertai Serah Terima
Karena itu, penyerahan platform e-commerce ini turut dibarengi pelatihan langsung bagi pengelola dan perajin: cara mengelola katalog, menambah serta memperbarui produk, memanfaatkan QR Code, memantau pesanan, hingga menghubungkan sistem dengan WhatsApp.
Halifatus Sani menyambut baik dukungan ini. Ia berharap kehadiran website tersebut dapat melepaskan ketergantungan pemasaran dari sekadar pameran atau pelanggan lama, sehingga masyarakat dari luar Bondowoso pun bisa mengenal produk Batik Tegar—dan yang terpenting, karya para perajin disabilitas semakin dikenal luas.
Harapan senada disampaikan AR (36), salah satu perajin. Baginya, semakin luas jangkauan pasar berarti semakin besar pula semangat para perajin untuk terus berkarya.
Dilengkapi Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
Selain sistem pemasaran digital, tim PKM UPN Jatim juga menyerahkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas motif Batik Tegar sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya para perajin. Langkah ini melanjutkan rangkaian pemberdayaan sebelumnya yang telah mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan legalitas usaha.
Penguatan dari sisi digital maupun legalitas ini sekaligus mempersiapkan Batik Tegar menghadapi peluang yang lebih besar, termasuk rencana keikutsertaan dalam kompetisi pengadaan batik haji pada 2027.
Program ini merupakan bagian dari Hibah PKM Edu yang didanai oleh LPPM UPN "Veteran" Jawa Timur. Lewat kombinasi teknologi, pendampingan, dan perlindungan kekayaan intelektual, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang lebih mandiri bagi para pembatik penyandang disabilitas.
Bagi Batik Tegar, transformasi ini membawa pesan sederhana namun kuat: karya pembatik disabilitas tak lagi harus berhenti di ruang produksi. Dengan akses teknologi yang tepat, karya mereka kini memiliki peluang yang sama untuk menembus pasar yang jauh lebih luas. (*)