KETIK, NAGEKEO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data terbaru, korban jiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 105 orang.
Sementara, 179.037 warga dilaporkan mengungsi akibat gempa yang berdampak di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Ia melaporkan itu di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT, Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Suharyanto melaporkan gempa tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.678 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Gempa juga menyebabkan 81.436 rumah mengalami kerusakan.
Baca Juga:
Pascagempa, Prabowo Ingin Teknologi Desalinasi Buatan Dalam Negeri Segera Dikirim ke NTT"Kemudian, yang terdampak itu ada tujuh kabupaten, Bapak Presiden. Jadi, dari mulai Labuan Bajo itu Manggarai Barat, kemudian Manggarai, Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo di sini, Bapak Presiden, kemudian Ngada, Ende, dan Sikka," ujar Suharyanto.
Ia mengatakan tingginya jumlah pengungsi tidak hanya disebabkan oleh kerusakan bangunan, tetapi juga kekhawatiran masyarakat terhadap gempa susulan.
BNPB mencatat gempa susulan telah terjadi sebanyak 143 kali sejak bencana terjadi pada Jumat, 15 Agustus 2026. Meski demikian, intensitas gempa susulan dilaporkan mulai berkurang.
"Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal 1 kali kemarin," jelasnya.
Baca Juga:
Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Targetkan Swasembada Energi dalam Tiga TahunDalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana dan meminta kerja keras para petugas di lapangan mendapat perhatian.
"Saya sampaikan penghargaan kepada saudara-saudara. Sekali lagi saudara-saudara periksa, cek anak buahmu yang kerja keras, catat. Rakyat kita, anak buahmu semua yang kerja keras, yang kerja benar, yang berkorban," ucap Presiden.
Pemerintah memastikan dukungan logistik, pelayanan kesehatan, energi, dan kebutuhan dasar masyarakat terus berjalan selama masa tanggap darurat.
Menurut Suharyanto, bantuan dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri, pihak swasta, serta pemerintah daerah terus mengalir ke wilayah terdampak sehingga kebutuhan logistik dasar masyarakat selama masa tanggap darurat relatif aman.
Usai memimpin rapat, Presiden dijadwalkan mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, untuk menyapa dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah menegaskan penanganan bencana tidak berhenti pada masa darurat. Tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi juga akan disiapkan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal.(*)