KETIK, TULUNGAGUNG – Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Tulungagung, tampak semarak sekaligus khidmat pada Senin pagi, 12 Oktober 2026.

Ribuan pasang mata tertuju ke lapangan tempat digelarnya Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin tampil sebagai inspektur upacara. Mengenakan pakaian resmi, ia memimpin jalannya barisan yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN/BUMD, hingga tokoh masyarakat. L

Di hadapan peserta upacara, Plt Bupati membacakan amanat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengangkat tema besar tahun ini, yaitu “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.

Tema tersebut merefleksikan perjalanan 81 tahun provinsi ini yang dibangun melalui keringat dan pengabdian lintas generasi.

Baca Juga:
Satukan Empat Sudut Tulungagung, 600 Pelari Meriahkan Fun Run HUT TNI

"Unggul berarti kita terus meningkatkan kemampuan dan kualitas. Maju berarti semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan memperbaiki hidupnya. Berkelanjutan berarti kita membangun dengan tanggung jawab terhadap masa depan anak cucu kita," ujar Ahmad Baharudin menyuarakan pesan Gubernur.

Dalam naskah sambutan tersebut, ditekankan pula sembilan pilar utama arah pembangunan daerah yang terangkum dalam Nawa Bhakti Satya. 

Kompas pembangunan ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja melalui One Pesartan One Product, hingga peningkatan daya saing ekonomi kerakyatan.

Selain itu, capaian-capaian gemilang Jawa Timur turut dipaparkan sebagai bukti nyata kerja keras bersama. Mulai dari suksesnya mempertahankan posisi Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara dengan produksi gabah kering giling melampaui 10,4 juta ton.

Baca Juga:
Dahaga di Bumi Gayatri, Pemkab Tulungagung dan BAZNAS Guyur 14 Desa dengan Bantuan Tangki

Kemudian perluasan konektivitas lewat Jalur Lintas Pantai Selatan (Pansela) dan transportasi massal Trans Jatim, hingga pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang melindungi 96,12 persen warga.

Tidak lupa, apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada seluruh pahlawan tanpa tanda jasa di akar rumput,.mulai dari petani di sawah, nelayan di lautan, guru di kelas, hingga tenaga kesehatan yang berjiboga melayani masyarakat.

Mengakhiri upacara yang berjalan lancar tersebut, Plt. Bupati mengajak seluruh elemen di Tulungagung untuk terus merawat sinergi dan kebersamaan.

Berbekal falsafah Jawa “Jer Basuki Mawa Beya”, momentum hari jadi ini diharapkan mampu memantik semangat baru untuk menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara yang semakin maju dan sejahtera.(*)