Unik dan Edukatif, Museum Cilik Dusun Kuliner Kota Batu Pamerkan Ratusan Alat Pertanian Jadul

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Aziz Mahrizal

6 Jan 2026 12:19

Headline

Thumbnail Unik dan Edukatif, Museum Cilik Dusun Kuliner Kota Batu Pamerkan Ratusan Alat Pertanian Jadul
Cikar yang dulunya menjadi alat untuk mengangkut hasil panen, juga menjadi salah satu koleksi di Museum Cilik Dusun Kuliner. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Upaya menghadirkan wisata berbasis edukasi dan pelestarian budaya terus dilakukan di Kota Batu. Salah satunya melalui kehadiran Museum Cilik Dusun Kuliner yang berada di kawasan Wisata Dusun Kuliner, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. 

Museum Pertanian pertama di Kota Batu ini menampilkan koleksi alat-alat pertanian tradisional yang pernah digunakan masyarakat pada masa lampau.

Salah satu inisiator Museum Cilik Dusun Kuliner, Rinto Agung Narimo, mengatakan museum tersebut lahir dari kegemarannya mengoleksi benda-benda lama, khususnya peralatan pertanian. Gagasan pendirian museum muncul sekitar lima bulan lalu dan mulai digarap secara bertahap sejak November 2025.

“Awalnya kami memiliki cukup banyak koleksi alat pertanian. Daripada hanya disimpan dan tidak memberi manfaat, kami berinisiatif menampilkannya agar bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Rinto, Senin, 5 Januari 2026.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Foto Rinto Agung Narimo saat berada di salah satu sudut museum yang dikemas ala dapur di rumah jaman dulu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)Rinto Agung Narimo saat berada di salah satu sudut museum yang dikemas ala dapur di rumah zaman dulu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

Ia menjelaskan, hingga saat ini museum telah mengoleksi sekitar 100 alat pertanian tradisional. Koleksi tersebut didominasi peralatan bercocok tanam padi dan jagung, serta alat pengolahan hasil pertanian dan kuliner tradisional.

“Jumlahnya masih terus berkembang. Museum ini masih kecil, jadi tidak menutup kemungkinan ke depan koleksinya akan bertambah,” katanya.

Rinto menegaskan, seluruh koleksi yang dipamerkan merupakan benda asli bekas pakai, bukan replika. Ia sengaja tidak membersihkan atau memoles alat-alat tersebut agar keasliannya tetap terjaga.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

“Alat-alat ini benar-benar bekas dan sebagian besar dibuat secara handmade. Kami ingin menunjukkan keotentikannya, bahwa alat-alat ini memang pernah digunakan pada masanya,” jelasnya.

Menurut Rinto, museum ini tidak menitikberatkan pada penentuan tahun secara detail untuk setiap koleksi, melainkan pada fungsi dan nilai sejarahnya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat agraris.

“Yang kami sampaikan adalah narasi bahwa alat ini pernah digunakan di masa lampau. Informasi detail akan terus kami gali seiring waktu, termasuk dari para ahli pertanian, budayawan, atau arkeolog yang mungkin berkunjung dan memberi masukan,” ungkapnya.

Salah satu koleksi paling unik di Museum Cilik Dusun Kuliner bernama "senggot", yakni alat tradisional untuk menimba air dari sumur dengan memanfaatkan bambu dan batang pohon besar sebagai sistem katrol sederhana.

“Alat ini diperkirakan sudah berusia lebih dari 100 tahun. Kami mendapatkannya dari pedagang barang antik di Tulungagung. Dulu, sebelum mengenal katrol modern, masyarakat menggunakan sistem seperti ini untuk mengambil air,” tutur Rinto.

Ia menambahkan, penamaan alat-alat pertanian juga beragam, tergantung daerah asalnya, meskipun fungsi dasarnya sama. 

Museum menampilkan berbagai versi nama dan bentuk sesuai hasil koleksi yang berhasil dihimpun.

Secara tata ruang, museum berdiri di lahan berukuran sekitar 7×25 meter. Di area masuk, pengunjung akan disambut dengan tulisan doa para petani sebelum menanam, dilanjutkan narasi pengantar tentang museum dan makna alat-alat pertanian tradisional, seperti caping.

“Di dalam lorong, kami menampilkan alat-alat pengolahan tanah seperti lempak dan cangkul, hingga alat angkut hasil panen seperti cikar. Alat-alat ini dulunya sangat berjasa dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sebelum hadirnya mesin,” jelasnya.

Selain pertanian, museum juga menampilkan peralatan menangkap ikan tradisional, seperti jaring dan perangkap ikan, yang mencerminkan mata pencaharian tambahan masyarakat di sekitar sungai dan danau.

“Jenis alatnya beragam, disesuaikan dengan ikan yang ditangkap, mulai dari lele, wader, belut, hingga udang,” kata Rinto.

Bangunan museum sendiri merupakan hasil alih fungsi dari gedung yang sebelumnya digunakan untuk budidaya jamur. Rinto menyebut, Museum Cilik Dusun Kuliner direncanakan mulai dibuka untuk umum secara terbatas pada pekan depan sebagai tahap uji coba.

“Kami buka dulu secara bertahap agar bisa menerima masukan. Ke depan, orientasi Dusun Kuliner tidak hanya kuliner, tetapi juga pendidikan, edukasi, dan seni budaya. Museum ini menjadi bagian dari upaya itu,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Habiburokhman Anggap Gugatan KUHP Baru Salah Paham, YLBHI Sebut Ancam Demokrasi

Baca Selanjutnya

PT Pegadaian Buka Lowongan Administrator Contact Center Januari 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!

Tags:

Museum Cilik Wisata Dusun Kuliner Desa Tulungrejo Kota Batu museum tulungrejo

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

13 April 2026 17:55

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

13 April 2026 17:30

Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Pedagang Pasar Among Tani Kota Batu Apresiasi Kejari, Minta Usut Kasus Hingga Tuntas

13 April 2026 15:00

Pedagang Pasar Among Tani Kota Batu Apresiasi Kejari, Minta Usut Kasus Hingga Tuntas

Selter Sekda Kota Batu: Batas Usia Gugurkan Pejabat Senior, Pejabat Muda Kian Menguat

13 April 2026 11:12

Selter Sekda Kota Batu: Batas Usia Gugurkan Pejabat Senior, Pejabat Muda Kian Menguat

Sambut Libur Sekolah, Museum Tubuh Jatim Park 1 Langsung Berbenah

12 April 2026 20:06

Sambut Libur Sekolah, Museum Tubuh Jatim Park 1 Langsung Berbenah

Cak Nur dan Mas Heli Tinjau Lahan Pertanian Tulungrejo, Kembangkan Integrated Farming Apel

12 April 2026 19:23

Cak Nur dan Mas Heli Tinjau Lahan Pertanian Tulungrejo, Kembangkan Integrated Farming Apel

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar