UNICEF di Jawa Tekankan Keluarga dan Teman Sebaya Solusi Cegah Bullying dan Atasi Kesehatan Mental Anak

Editor: Dendy Ganda Kusumah

7 Mar 2026 12:02

Thumbnail UNICEF di Jawa Tekankan Keluarga dan Teman Sebaya Solusi Cegah Bullying dan Atasi Kesehatan Mental Anak
Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara (tengah), kala sedang berdiskusi dengan awak redaksi Ketik.com, beberapa waktu lalu. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Masalah perudungan, bullying, dan kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara, menyatakan UNICEF dan Pemerintah Indonesia meningkatkan atensi terhadap meningkatnya kasus anak yang kehilangan nyawa sebelum mencapai usia dewasa.

Arie mengatakan setiap anak idealnya bertumbuh dan berkembang mencapai potensi terbaiknya saat dewasa. Karena itu, kehilangan mereka akibat persoalan yang sebenarnya bisa dicegah menjadi tragedi besar bagi masa depan bangsa.

“Setiap anak punya potensi luar biasa. Kita tidak pernah tahu, mungkin saja salah satu dari mereka yang pergi hari ini sebenarnya bisa menjadi pemimpin kita 20 atau 30 tahun mendatang. Maka dari itu, kita semua harus memastikan hak tumbuh kembang anak terlindungi,” ujar Arie.

Menurutnya, fenomena kesehatan mental anak menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera diatasi bersama semua pihak. UNICEF dan pemerintah Indonesia mendorong semua kelompok masyarakat terlibat mencegah tragedi serupa.

Baca Juga:
Remaja di Jember Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Teman, Polisi Lakukan Penyelidikan

UNICEF mendukung upaya pemerintah, dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk 
 memperkuat institusi keluarga. Arie menilai keluarga inti memiliki peran penting dalam membangun ketahanan mental anak. Komunikasi yang intens antara orang tua dan anak, diskusi keluarga, hingga penguatan pola pengasuhan dinilai dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

“Orang tua sebaiknya sering bertanya, 'How do you feel?'  Lalu diskusikan bentuk perasaan tersebut. Dan sepakati cara mengubah emosi negatif menjadi menjadi positif, misalnya dengan bermain dan tertawa bersama. It’s okay to not be okay. But we learn together how to reframe it,” usul Arie.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari kelompok sebaya atau peer group. Menurutnya, teman sebaya dapat berperan sebagai pelopor, seperti memulai hotline atau saluran konsultasi bagi sesama anak, maupun pelapor ketika melihat tanda-tanda masalah pada teman mereka.

“Anak tidak harus menjadi penyedia solusi, tetapi mereka bisa melaporkan kepada orang dewasa seperti orang tua, guru, atau ahli psikologi ketika melihat temannya mengalami stres berat atau depresi,” kata Arie.

Baca Juga:
Sasar 1.213 Sekolah, Fakultas Psikologi Unesa dan Pemkot Surabaya Kolaborasi Cegah Bullying Lewat Program DASH

Arie menyarankan agar keberadaan Forum Anak dari tingkat nasional sampai kelurahan didukung penuh pimpinan pemerintahan dan bahkan media, universitas dan swasta.

Upaya berikutnya adalah memperkuat sistem perlindungan anak secara formal melalui lembaga pemerintah, seperti pusat layanan keluarga dan unit perlindungan perempuan serta anak. Dukungan tenaga ahli juga dinilai penting agar lembaga tersebut mampu menangani keluhan masyarakat secara optimal.

Di sisi lain, Arie juga menekankan pentingnya regulasi di ruang digital untuk melindungi anak. UNICEF bekerja dengan berbagai pemerintah di dunia, termasuk dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, untuk mengatur akses anak ke media sosial.
 
Menurutnya, pembatasan akses, termasuk pengaturan batas usia dan algoritma konten sesuai anak serta pengawasan penggunaan media sosial perlu diterapkan agar anak tidak terpapar konten negatif yang berpotensi mengganggu kesehatan mental dan tumbuh kembang anak dengan positif. UNICEF mengapresiasi pemberlakuan PP Tunas dan Perpres 87/2025 mengenai Peta Jalan Pelindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan (Daring) Tahun 2025-2029.

Arie menegaskan perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi seluruh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa membesarkan anak membutuhkan dukungan lingkungan secara luas.

“Dalam filosofi lama UNICEF disebutkan, it takes a village to raise a child. Artinya ketika seorang anak menghadapi masalah di depan kita, kita semua punya tanggung jawab untuk melindunginya karena Anak Indonesia, Anak kita semua. Masa depan dunia,” ujarnya.

Baca Sebelumnya

Bambang Haryo Harap Olahraga Beladiri Masuk Kurikulum Sekolah, Komisi E DPRD Jatim Beri Dukungan

Baca Selanjutnya

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Tags:

UNICEF UNICEF Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara Bullying Perundungan anak Kesehatan Mental Anak

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

16 April 2026 12:20

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H