KETIK, MALANG – Registrasi Satu Atap telah digelar oleh Universitas Negeri Malang (UM) selama dua hari, pada 4 hingga 5 April 2026, bagi 3.726 calon mahasiswa baru (camaba) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Graha Cakrawala UM dengan melibatkan lintas unit di lingkungan kampus.

Registrasi ini menggunakan sistem satu layanan, yakni menitikberatkan pada verifikasi rapor sebagai tahapan krusial penentu kelulusan akhir. Kepala Subdirektorat Layanan Pendidikan Direktorat Pendidikan UM, Taufik Ikhsan Slamet, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa semua proses telah dipersiapkan secara matang sejak satu bulan sebelumnya.

“Persiapan sudah kami lakukan sejak satu bulan terakhir dengan melibatkan berbagai unit. Dalam dua hari ini, kami menyambut 3.726 calon mahasiswa baru jalur SNBP 2026,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data nilai yang diunggah pada sistem nasional dengan data rapor asli dari sekolah asal. Tahapan ini perlu dilakukan untuk menjaga akurasi sekaligus mencegah adanya tindakan manipulasi data.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan kesesuaian data antara yang diinput pada sistem nasional dengan dokumen asli,” tutur Taufik Ikhsan.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Bawa Jatim Raih Tiga Penghargaan di UB Halal Metric Award 2026

Tak hanya itu, UM juga telah menyediakan opsi registrasi daring berbasis video conference bagi camaba yang tidak bisa hadir langsung, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa. Skema ini menjadi solusi inklusif tanpa mengurangi standar verifikasi.

“Kami sudah memprediksi sejak awal bahwa ada mahasiswa dari luar daerah yang tidak bisa hadir. Karena itu, kami fasilitasi verifikasi secara daring,” tutur Kepala Subdirektorat Layanan Pendidikan Direktorat Pendidikan UM tersebut.

Selain itu, UM juga menyiapkan kesiapan logistik. Semua perlengkapan mahasiswa, seperti jas almamater, topi, dan atribut lainnya, telah dipastikan tersedia sesuai kuota penerimaan, bahkan terdapat cadangan tambahan.

Camaba yang belum mengambil perlengkapan dapat melakukannya hingga sebelum kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Direktorat Kemahasiswaan pada hari kerja.

Baca Juga:
Lapas Perempuan Malang Pastikan Tumbuh Kembang Anak Lewat Program Developmental Milestones

“Ketersediaan perlengkapan sudah kami siapkan sesuai kuota, bahkan dilebihkan untuk cadangan,” ujar Taufik.

Kehadiran dalam registrasi dan verifikasi menjadi kewajiban utama sebagai bagian dari disiplin proses. Camaba yang tidak dapat hadir diwajibkan memberikan penjelasan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika tidak hadir, harus ada konfirmasi dengan alasan yang jelas karena verifikasi rapor ini merupakan bagian penting dari proses seleksi,” jelas Taufik.

Segala temuan selama proses registrasi akan dievaluasi dalam rapat pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap peserta yang tidak memenuhi ketentuan.

Melalui penyelenggaraan ini, UM menegaskan komitmennya terhadap integritas akademik, transparansi seleksi, serta pelayanan pendidikan yang inklusif dan akuntabel.

Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 16 tentang institusi yang kuat dan berintegritas.

Pada momen tersebut, Kepala Subdirektorat Layanan Pendidikan UM berharap seluruh proses registrasi satu atap dapat dijalani dengan jujur dan bertanggung jawab oleh semua calon mahasiswa baru.

“Kami berharap seluruh calon mahasiswa baru menjalani proses ini dengan jujur dan bertanggung jawab sehingga dapat diterima secara kredibel sebagai bagian dari sivitas akademika UM,” tuturnya. (*)