KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) resmi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dirangkaikan dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang di Ruang Sidang Senat, Graha Rektorat Lantai 9 UM pada Kamis, 24 September 2026. 

Penandatanganan PKS ini merupakan upaya UM untuk terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur. Dengan kerja sama antar institusi, tentunya ini juga menjadi kolaborasi yang baik dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Penandatanganan PKS tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama sebelumnya antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan UM. Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor I UM Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM Ari Sapto, jajaran pimpinan FIS, ketua departemen dan program studi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, serta kepala SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah Malang Raya.

Dalam sambutannya, Aries menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan program nyata yang memberikan dampak langsung bagi satuan pendidikan. Ia menyebut terdapat tiga fokus utama dalam kerja sama ini, yakni Universitas Negeri Malang Mengajar, penguatan tata kelola pendidikan, serta riset dan inovasi.

“Dengan adanya PKS ini, kami berharap bukan seremonial belaka,” ujarnya.

Baca Juga:
Polisi Usut Kasus di SMPN 18 Malang: Rekaman CCTV Diamankan, Kepsek Segera Dipanggil

Melalui program Universitas Negeri Malang Mengajar, UM diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan membantu guru mengembangkan metode pengajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan perkembangan teknologi. 

Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada penguatan administrasi pendidikan, pengelolaan sekolah, serta peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga kependidikan.

Dalam aspek riset, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendorong guru dan kepala sekolah untuk dapat menghasilkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan. 

Aries juga menyoroti pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi secara kritis dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tidak berhenti pada pembuatan konten, tetapi menjadi bagian dari proses inovasi yang terukur.

Baca Juga:
Siswa SMPN 18 Kota Malang Dipukul Kepsek Gegara Baju Adat, Ortu Lapor Polisi

Sementara itu, Prof. Bafadal menegaskan komitmen UM untuk menjadikan kerja sama tersebut sebagai program bersama yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. 

Ia juga memperkenalkan pengembangan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) UM sebagai alternatif bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa meninggalkan tugas mengajar.

Kolaborasi antar institusi ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas dan memperkuat kapasitas pendidik. 

Sehingga, sinergi perguruan tinggi dan satuan pendidikan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta inovasi pendidikan di Jawa Timur.

Kerja sama ini menjadi langkah UM dalam memperluas kontribusi keilmuan dan sumber daya perguruan tinggi agar dapat diterapkan secara langsung di lingkungan pendidikan. 

Dengan melibatkan sekolah negeri dan swasta, kolaborasi UM dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. (*)