KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar "Bridging Futures: YSEALI-US Mobility Mentoring Program Empowering Young Leaders for Global Impact" pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Humaniora Hall.

Dengan kolaborasi antara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Wakil Dekan FKIK Bidang Kemahasiswaan, Dr. Begum Fauziyah, S.Si., M.Farm., Kepala Pusat Kantor Urusan Internasional, Faridatun Nikmah, M.Pd, serta CDC UIN Malang, kegiatan ini menghadirkan salah satu anggota YSEALI-AFP untuk menciptakan ruang diskusi bagi mahasiswa semester 5 dan 7 yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. 

Secara khusus, seminar ini dihadiri tiga keynote speakers, yakni Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., anggota YSEALI-AFP, Barry A., dan alumni UIN Malang yang menjadi lulusan Northern Arizona University, Kauna Bismie Abargiel.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Triyo Supriyatno menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pengetahuan yang diperoleh, tapi wawasan global sangat penting untuk didapatkan. 

"Kegiatan ini memang menjadi penting, ya. Karena tidak hanya pengetahuan yang ingin kita peroleh, tapi juga wawasan global, ya. Wawasan global itu penting," ujar Prof. Triyo Supriyatno.

Baca Juga:
CDC UIN Malang Gelar Job Fair, Jembatani Alumni dengan Perusahaan

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dapat menciptakan jejaring Internasional (international networking). Selain itu, mahasiswa juga dapat mengasah jiwa kepemimpinan yang berdampak. Prof. Triyo Supriyatno juga berpesan bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan (agent of change) yang tidak bisa hanya tinggal di Indonesia.

"Jadi agent of change harus dia berkunjung ke benua lain, ya itu harus kita coba upayakan di kegiatan ini," tambahnya.

UIN Malang memberikan ruang diskusi untuk mahasiswa mengetahui cara mendapatkan beasiswa internasional dengan menghadirkan seminar bersama alumni. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa luar negeri, yakni dari Kamboja dan Thailand. Ahmad Ghozi menyampaikan bahwa para mahasiswa luar negeri ini diharapkan tidak hanya lulus dari UIN Malang saja, melainkan setelah lulus bisa dapat melanjutkan kuliah di luar negeri dengan fasilitas dari UIN Malang.

Baca Juga:
Menteri Agama RI: PTKIN Tak Hanya Lahirkan Ilmuwan Tapi Cendekia

Melalui kegiatan seminar ini, UIN Malang terus berkomitmen untuk memberikan fasilitas bagi mahasiswa yang berkeinginan melanjutkan studi ke luar negeri dengan menghadirkan para alumni yange berhasil menempuh pendidikan di luar negeri.(*)