UC Surabaya Berikan Pendampingan Bisnis Peternak Desa Peniwen Kabupaten Malang

Editor: Shinta Miranda

16 Des 2022 03:43

Thumbnail UC Surabaya Berikan Pendampingan Bisnis Peternak Desa Peniwen Kabupaten Malang
Pendampingan yang dilakukan UC Surabaya Kelompok Peternak Sidoberkah Desa Peniwen Kec. Kromengan Kab. Malang. (Foto: Dok. UC)

KETIK, SURABAYA – Desa dengan potensi pertanian dan peternakan yang besar diharapkan mampu menerapkan sistem pertanian dan peternakan terpadu dalam rangka membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Universitas Ciputra (UC) Surabaya mendukung hal itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Insentif pengabdian masyarakat terintegrasi dengan MBKM berbasis kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi perguruan tinggi swasta (PTS) 2022. Program ini didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Kegiatan ini bertajuk Pengembangan Model Peternakan Terpadu berbasis Entrepreneurship pada Kelompok Peternak Sidoberkah Desa Peniwen Kec. Kromengan Kab. Malang.

Ketua pengusul pengabdian masyarakat dengan skema Kegiatan Kampung Bangkit (KKB) adalah Prof. Dr. Ch. Whidya Utami, M.M., CLC., CPM.(A), CRME. Anggotanya adalah Ika Yohanna Pratiwi, S.Si., M.Sc., Liestya Padmawidjaja, S.T., M.M., dan Christian , S.Kom., M.MT. Terlibat juga dalam kegiatan ini adalah mitra dampingan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sidoberkah Peniwen.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Whidya Utami, menjelaskan kewirausahaan adalah upaya untuk menemukan dan mengeksploitasi peluang bisnis yang menguntungkan. Kondisi yang tidak sempurna atau tidak menguntungkan yang terjadi dalam lingkungan bisnis dapat mendorong seorang pengusaha untuk memanfaatkan sumberdaya secara efisien untuk membidik peluang yang dianggap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Peluang tidak hanya dari usaha ternak tetapi juga dari penjualan dan pengolahan pakan, atau juga dari subtitusi lain yang dianggap menjadi pemasukan hasil usaha.

“Bisnis pertenakan yang telah dijalani sebelumnya dapat menjadi sumber ide-ide baru, yang terkait dengan pengetahuan awal yang dimiliki peternak  terkait dengan bisnis mereka saat ini," papar Whidya. 

Foto Pendampingan yang dilakukan UC Surabaya untuk bisnis peternakan. (Foto: Humas UC )Pendampingan yang dilakukan UC Surabaya untuk bisnis peternakan. (Foto: Humas UC)

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Ketua pengusul pengabdian masyarakat ini juga menjelaskan skema Kegiatan Kampung Bangkit dan pengetahuan bisnis yang telah dia miliki. "Kapabilitas peternak dan juga jaringan sosial yang telah dimiliki meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap usaha yang sedang dijalankan nya," ujar Whidya.

Tak hanya itu, Ika Yohanna Pratiwi, selaku Dosen Teknologi Pangan juga mendampingi pengolahan pakan ternak fermentasi yang ramah pakan ternak fermentasi. Dia menjelaskan tentang pakan ternak yang bahannya disubstitusi dengan tanaman dan sumber daya alam di sekitar desa Peniwen sehingga bisa membantu menekan biaya pakan.

“Pakan hijauan yang sulit diperoleh di musim-musim tertentu dan mahalnya harga pakan bisa terbantu dengan pakan fermentasi ini karena pakan fermentasi bisa disimpan hingga 4 bulan. Serta bahan yang dipakai diambil dari kebun sekitar, sehingga biaya jauh lebih murah. Bahan yang dipakai seperti ampas tahu, bekatul, daun kelorwono, dan bungkil kelapa," ungkap Ika.

Ika menambahkan bahwa tim sudah membuat sampling pakan yang dipakai peternak selama ini lalu diuji di laboratorium. Setelah itu, hasilnya kita coba substitusikan dengan bahan yang kandungannya mendekati pakan tersebut. Setelah itu sosialisasi ke peternaknya untuk dicoba diberikan ke ternak.

“Pembuatan pakannya dicacah lalu dicampur dengan mesin mixer (atau manual juga bisa), lalu ditambah dengan molase dan EM4, setelah tercampur rata disimpan di dalam drum selama minimal 2 minggu, setelah terfermentasi bisa diberikan ke ternak dan diteruskan disimpan di drum tertutup sampai habis 3-4 bulan masih bisa dipakai untuk pakan," rinci Ika.

Pada kesempatan yang sama Bagio Wicaksono dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sidoberkah di Peniwen menjelaskan bahwa Program Pengabdian Masyarakat bagi kelompok masyarakat ini sangat bermanfaat terutama bagi mindset masyarakat menjadi entrepreneur bagi peternak yang saat ini usaha ternak mulai ditinggalkan oleh pemuda.

“Pelatihan Kewirausahaan ini dapat merujuk pada kemampuan, perilaku, dan semangat seorang pada menangani bisnis atau usaha yang didirikan sendiri. Selain itu tujuan menurut kewirausahaan tidak lain merupakan untuk membangun sesuatu yang baru, meningkatkan efisiensi, meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam pelanggan, dan memperoleh manfaat yang lebih besar," jelasnya. 

Foto Pendampingan yang dilakukan UC Surabaya Kelompok Peternak Sidoberkah Desa Peniwen Kec. Kromengan Kab. Malang. (Foto: Dok. UC)Pendampingan yang dilakukan UC Surabaya Kelompok Peternak Sidoberkah Desa Peniwen Kec. Kromengan Kab. Malang. (Foto: Dok. UC)

Pendampingan ini juga melibatkan mitra pelaksana yaitu SAMADA (Sahabat Masyarakat Berdaya) dan didampingi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) LPPM Universitas Ciputra Surabaya yaitu Bapak Agus Sugiharto, S.Sos., M.Sos. (*)

Baca Sebelumnya

STIE Malangkucecwara Jadi Host Pelatihan Kepemimpinan Global Lintas Kampus

Baca Selanjutnya

Jawa Satu Power Buka Loker Penempatan Karawang, Jangan Kasih Lewat!

Tags:

Universitas Ciputra UC surabaya ternak MBKM Teknologi Pangan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar