KETIK, MALANG – Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya (UB) menggelar workshop bertajuk “Klik Cerdas Diri Aman! Kenali, Cegah, dan Lindungi Diri dari Kekerasan Seksual” di SMP Negeri 1 Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema mitigasi kekerasan seksual pada remaja berbasis literasi digital dan perlindungan diri ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Sosiologi FISIP UB dengan Women's Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang.

Ketua tim Pengabdian Masyarakat Sosiologi UB, Siti Kholifah, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

“Workshop ini dilakukan agar siswa dapat lebih mengenali potensi bahaya, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital. Selain itu, mereka juga didorong untuk berani bersuara dan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan,” ujarnya.

Proses Mading siswa SMPN 1 Pakis Malang dalam edukasi Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya (UB). (Foto: Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB)

Baca Juga:
FK UB Resmi Lantik 20 Dokter Spesialis, Siap Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Hasil Mading siswa SMPN 1 Pakis Malang dalam edukasi Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya (UB). (Foto: Tim Pengabdian Masyarakat FISIP UB)

Sementara itu, Irawati, dari WCC Dian Mutiara Malang menjelaskan sejumlah isu penting yang kerap dihadapi remaja di era digital, seperti Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE), tanda-tanda grooming, hingga praktik sextortion yang dapat mengancam keamanan anak dan remaja di dunia maya.

Selain memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai zona aman tubuh, langkah yang harus dilakukan ketika mengalami atau melihat tindak kekerasan, serta berbagai layanan pengaduan resmi.

Baca Juga:
Ketahanan Pangan Tak Cukup Soal Produksi, FBiPK UB Soroti Kesejahteraan Petani

Saluran pelaporan yang diperkenalkan kepada siswa antara lain SAPA 129, Hotline UPTD PPA-DP3A, WCC Dian Mutiara, serta Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah.

Suasana workshop semakin interaktif ketika para siswa diajak menuangkan gagasan melalui pembuatan mading bertema mitigasi kekerasan seksual. Sebanyak sembilan kelompok siswa menghasilkan karya kreatif yang berisi pesan edukatif tentang pentingnya menjaga diri dan melawan kekerasan seksual.

Dari seluruh karya tersebut, dipilih tiga mading terbaik yang dinilai tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyampaikan pesan keberanian, kepedulian, dan semangat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi remaja.

Melalui kegiatan ini, Sosiologi UB berharap para siswa semakin memiliki kesadaran terhadap risiko kekerasan seksual, terutama di ruang digital, serta mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi dan berani melindungi diri. (*)