KETIK, MALANG – Pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) bantah tekanan akademik dan masalah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA) jadi pemicu mahasiswa melakukan upaya bunuh diri.
Pasalnya banyak isu beredar di sosial media menyebut korban lompat dari gedung lantai 6 Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) akibat tidak lolos PK2MABA dan harus mengulang ospek. Selain itu, tekanan selama proses akademik hingga korban yang kerap menyendiri juga menjadi bola liar.
Ketua Program Studi Kedokteran, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An membantah kabar tersebut. Ia membenarkan bahwa mahasiswa tersebut sempat tidak hadir dalam PK2MABA dan telah mengganti ketidakhadiran.
"Ada narasi-narasi dikaitkan dengan PK2MABA dan sebagainya. Itu yang kami telusuri, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan bahwa berita itu tidak benar. Tahun lalu tidak masuk PK2MABA, dan itu sudah diganti," ujarnya, Jumat 11 September 2026.
Pihak fakultas juga melakukan penelusuran background akademik korban. Diketahui bahwa korban merupakan mahasiswa berprestasi dengan IPK terakhir 3,8 sehingga fakultas menilai tidak ada kesulitan akademik yang dialami.
Baca Juga:
Usai Insiden Mahasiswa Jatuh, UB Perketat Akses Gedung Tinggi dan Evaluasi Seluruh Bangunan"Artinya dari sisi akademik, perjalanan akademik yang bersangkutan, prestasinya, kehadirannya, dan sebagainya itu semua dalam kondisi baik. Tidak ada hal yang mengarah kepada sesuatu kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas atau dari dosen dan sebagainya, tidak ada," ungkapnya.
Hanif juga menegaskan bahwa pihak fakultas tidak dapat memberikan konfirmasi di luar urusan akademik maupun pendidikan. Ia juga berharap tidak ada narasi liar yang kembali tersebar di media sosial.
"Jadi dalam kondisi yang prihatin ini, mari kita menjaga supaya narasi-narasi yang tidak benar atau yang sekiranya merugikan pihak, baik itu mahasiswa, keluarga, institusi, maupun masyarakat secara umum, itu bisa kita cegah," tegasnya. (*)