Tradisi Megengan Sesuai Syariat Agama Islam, Harus Penuhi Tiga Unsur ini

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Marno

19 Mar 2023 09:05

Thumbnail Tradisi Megengan Sesuai Syariat Agama Islam, Harus Penuhi Tiga Unsur ini
Apem dan pisang salah satu jajanan yang harus ada dalam tradisi Megengan di Jawa. (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Megengan merupakan salah satu tradisi umat muslim di Jawa untuk menyambut bulan suci Ramadan. Masyarakat membagikan kue apem dan pisang ke tetangga sekitar.

Tapi apakah megengan tersebut sesungguhnya, Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri menjelaskan Megengan dari pandangan agama Islam. Dirinya menilai Megengan itu salah satu upaya umat muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan.

"Selama tidak melanggar syariat agama Islam itu sah-sah saja dilakukan, apalagi Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan suka cita ini baik," terangnya saat dihubungi wartawan Ketik.co.id, Minggu (19/3/2023).

Muhibbin menjelaskan megengan merupakan salah satu varian cara yang dilakukan muslim di Jawa dalam menyambut bulan Suci Ramadan. "Selama memenuhi tiga unsur ini, dan tidak melanggar syariat agama Islam boleh dilakukan," terangnya.

Baca Juga:
Makna Dibalik Lepet, Jajanan Tradisional yang Hadir Tujuh Hari Setelah Idul Fitri

Tiga unsur yang harus dipenuhi yaitu pertama unsur nama atau simbol. Meskipun nama bukan dari bahasa Arab, dengan memberi nama megengan, boleh saja dilakukan. "Entah mau di setiap daerah diberi nama apa saja sah-sah saja," terangnya.

Kedua, adanya unsur cara yang dilakukan, selama tradisi itu tidak melanggar syariat Islam itu sah dilakukan. Seperti berkumpul membawa makanan dan memakan bersama dengan umat muslim atau masyarakat sekitar menjadi salah satu cara yang baik atau positif.

"Tapi ada cara yang salah seperti membuang makan atau mubazir itu merupakan cara yang melanggar syariat agama islam. Selain itu, dengan cara melakukan tradisi meminum minuman keras," terangnya.

Ketiga, value atau nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut apa melanggar syariat agama Islam atau tidak. Selama dalam tradisi itu berdoanya meminta kepada Allah dengan menggunakan doa sesuai syariat agama Islam, itu baik dilakukan.

Baca Juga:
Jangan Sampai Berat Badan Naik Saat Lebaran, Ini Cara Mengatasinya

"Beda lagi kalau doanya selain kepada  Allah, itu  melanggar akidah Islam. Makanya dulu para wali tetap menggunakan tradisi Jawa dalam penyebaran agama Islam namun doanya diubah meminta kepada Allah," terangnya.

Dengan adanya tiga unsur itu, Megengan tidak melanggar hukum syariat Islam. "TIdak ada masalah dan dalam megengan semua orang saling maaf-maafan. Jadi itu kan positif dan tidak ada masalah sama sekali," terang pria yang menjadi dosen di UIN Sunan Ampel. (*)

Baca Sebelumnya

Hasanuddin Wahid: Olahraga Harus Terintegrasi dengan Sektor Wisata dan Ekraf

Baca Selanjutnya

Meriahkan! IMI Jatim Awards 2023 Bertabur Apresiasi Pegiat Otomotif

Tags:

Megengan Tradisi Jawa Umat Muslim Jawa Menjelang Puasa puasa

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H