TPID Kota Surabaya Klaim Harga Tomat dan Cabai Stabil

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

30 Jul 2025 07:39

Thumbnail TPID Kota Surabaya Klaim Harga Tomat dan Cabai Stabil
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya mengklaim bahwa harga tomat dan cabai cenderung stabil tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyebut pihaknya melakukan pemantauan secara rutin untuk kebutuhan pokok yang dipantau secara rutin.

“Kami kan (TPID) melakukan pemantauan setiap hari. Dari data kami, harga tomat sayur dan cabai itu masih stabil, harganya masih sama, tidak terjadi peningkatan,” kata Antiek Rabu 30 Juli 2025.

Antiek menjelaskan, harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan sejak awal Juli 2025.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Pada minggu pertama harga beli cabai rawit merah sekitar Rp56.020 ribu per kilogram. Sedangkan harga jualnya sekitar Rp62.380 ribu per kilogram. 

Pada minggu kedua Juli 2025, harga beli cabai rawit merah sempat mengalami kenaikan sekitar Rp58.422 ribu per kilogram.

Sedangkan harga jualnya ada di kisaran Rp64.822 ribu per kilogram. Kemudian di minggu ketiga, harga cabai rawit merah mengalami penurunan harga beli, sekitar Rp48.953 ribu per kilogram. Sedangkan harga beli di minggu ketiga sekitar Rp55.140 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit merah terus mengalami penurunan pada minggu keempat Juli 2025. Harga beli cabai rawit merah ada di sekitar Rp37.963 ribu per kilogram, sedangkan harga jualnya ada di kisaran Rp44.148 ribu per kilogram.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Sedangkan harga beli tomat pada minggu pertama Juli 2025, ada di kisaran Rp24.100 ribu per kilogram. Sementara itu, harga jual tomat sayur di minggu pertama yakni Rp27.800 ribu per kilogram.

Pada minggu kedua Juli 2025, harga beli tomat sayur juga sempat mengalami kenaikan harga beli sekitar Rp25.563 per kilogram. Sedangkan untuk harga jualnya ada di kisaran Rp29.625 ribu per kilogram. 

Setelah mengalami sedikit kenaikan, harga beli tomat sayur turun kembali di minggu ketiga Juli 2025, menjadi Rp24.400 ribu per kilogram. Kemudian untuk harga jualnya, ada di kisaran Rp28.200 ribu per kilogramnya. Pada minggu keempat Juli 2025, harga beli tomat sayur kembali menurun menjadi Rp19.500 per kilogram, sedangkan harga jualnya di kisaran Rp24.333 ribu per kilogram.

“Justru di bulan Juli ini mengalami penurunan harga. Karena data kita ini kan setiap hari harus dilaporkan, kami juga mencoba melakukan pengecekan baik melalui aplikasi yang dimiliki oleh provinsi maupun yang di pemerintah kota, termasuk yang ada di pasar-pasar,” jelas Antiek.

Antiek menekankan, harga cabai rawit merah dan tomat sayur hingga saat masih relatif stabil, meskipun ada perubahan musim dingin. Musim dingin atau bediding yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur tidak mempengaruhi hasil panen cabai rawit merah dan tomat sayur. Oleh karena itu, ia memastikan, stok cabai rawit merah dan tomat sayur di Kota Surabaya masih mencukupi.

“Pasokan cabai rawit merah dan tomat sayur ini kebanyakan kita dapatkan dari daerah di Jatim. Diantaranya ada Kediri, Blitar, Pasuruan dan masih ada beberapa daerah lainnya. Artinya selama ini juga tidak ada kendala dan pengaruhnya sama komoditas ini,” ucapnya.

Selama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui TPID juga terus berkoordinasi dengan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) dari berbagai daerah penghasil cabai di Jatim. “Sampai saat ini, kami terus berkomunikasi dengan daerah penghasil (cabai). Harganya tetap stabil, meskipun ada sejumlah daerah yang permintaan cabainya meningkat,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal stok cabai rawit merah dan tomat sayur di Surabaya. Ia memastikan, ketersediaan komoditas tersebut masih mencukupi dan harganya masih normal.

“Yang terpenting adalah masyarakat harus bisa mengonsumsi secukupnya sehingga tidak banyak yang terbuang. Jika dikonsumsi secara berlebihan, justru akan menyebabkan food waste (terbuang sia-sia) semuanya. Jadi stoknya aman, sampai hari ini kita pastikan aman,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Echa dan KNPI: Suara Perubahan dari Balik Pena

Baca Selanjutnya

Profil Marsha Alycia Mahasiswa Unair Sabet Medali Emas Jakarta Kickboxing Tatami

Tags:

TPID harga cabai Surabaya cabai Surabaya Harga Tomat DKPP Surabaya Antiek Sugiharti surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar