TNI Dikerahkan Kawal Pembangunan 70 Km Pagar Permanen Way Kambas

Jurnalis: Andriego Pandega
Editor: Muhammad Faizin

27 Jan 2026 05:00

Headline

Thumbnail TNI Dikerahkan Kawal Pembangunan 70 Km Pagar Permanen Way Kambas
Panglima Kodam XXI/Raden Inten, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi saat meninjau Tamam Nasional Way Kambas, Senin (26 Januari 2026).(Foto : Andriego/Ketik.com)

KETIK, LAMPUNG TIMUR – Kodam XXI/Raden Inten akan mengerahkan personel TNI untuk mendukung pengamanan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, selama proses pembangunan pagar pembatas permanen. Keterlibatan TNI difokuskan pada pendampingan polisi kehutanan (polhut) serta perlindungan warga desa penyangga dari potensi konflik satwa liar.

Panglima Kodam XXI/Raden Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa pagar permanen akan dibangun sepanjang kurang lebih 60 hingga 70 kilometer di sepanjang batas kawasan TNWK. Proyek strategis tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan saat ini telah memasuki tahap survei lapangan.

“Pembangunan pagar dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan satwa, serta perlindungan masyarakat di sekitar kawasan taman nasional,” ujar Kristomei, Senin, 26 Januari 2026. 

Selama proses pembangunan berlangsung, Kodam XXI/Raden Inten juga menurunkan personel untuk membantu masyarakat mengantisipasi masuknya kawanan gajah liar ke permukiman. Prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu diterjunkan untuk membantu pengamanan desa-desa penyangga sekaligus mendukung upaya penghalauan satwa liar secara humanis.

Baca Juga:
Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

“Personel TNI membantu masyarakat desa penyangga dalam menjaga keamanan dan mencegah gajah liar masuk ke permukiman,” jelas Kristomei.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menilai pembangunan pagar permanen ini sebagai solusi jangka panjang untuk menekan konflik antara manusia dan gajah. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga gajah tetap berada di habitat alaminya, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat.

Konflik manusia dan gajah di sekitar TNWK telah berlangsung puluhan tahun dan kerap menimbulkan kerugian materiil, mulai dari rusaknya lahan pertanian hingga fasilitas umum. Bahkan, dalam beberapa peristiwa, konflik tersebut menelan korban jiwa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmennya membangun pagar pembatas permanen di kawasan TNWK. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut pembangunan pagar sepanjang hampir 60–70 kilometer itu sebagai langkah mitigasi konflik gajah-manusia yang selama ini berulang.

Baca Juga:
Polisi Ungkap Tambang Emas Ilegal 200 Ha di Lampung, Hasilkan Rp2,8 Miliar Sehari

“Pembangunan batas kawasan ini disusun berdasarkan kajian teknis serta masukan langsung dari masyarakat desa penyangga,” kata Mirza saat meninjau TNWK, Sabtu (24/1/2026).

Gubernur menjelaskan, desain pagar akan disesuaikan dengan karakter wilayah, mulai dari kawasan rawa, aliran sungai, hingga tanah keras. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat tanpa mengganggu ekosistem satwa liar.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, pembangunan pagar permanen TNWK diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam meredam konflik manusia dan gajah di Lampung Timur. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Bandung Waspadai Timbulnya Retakan Tanah

Baca Selanjutnya

Cafe Sawah Pujon Kidul, Destinasi Kuliner dengan Panorama Persawahan Asri dan Sejuk Pegunungan

Tags:

Kodam XXI/Raden Inten Taman Nasional Way Kambas Mabes TNI gajah

Berita lainnya oleh Andriego Pandega

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

22 Maret 2026 20:38

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 20:22

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 17:34

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

18 Maret 2026 13:45

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

18 Maret 2026 10:30

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

18 Maret 2026 08:30

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda