Tiru Teknik Jepang, Kokedama dari Kota Batu Diekspor ke Jepang

Jurnalis: Sholeh
Editor: Muhammad Faizin

23 Sep 2023 10:12

Thumbnail Tiru Teknik Jepang, Kokedama dari Kota Batu Diekspor ke Jepang
Dwi Lily Indayani menunjukkan tanaman Kokedama karya miliknya. (Foto: Dok. Dwi lily)

KETIK, BATU – Dwi Lily Indayani, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu Jawa Timur berhasil menerapkan teknik Kokedama. Perempuan 36 tahun tersebut berhasil menanam berbagai jenis bunga dengan teknik Kokedama dari Jepang.

Tanaman hias Kokedama buatan Owner Creative Kokedama tersebut sudah banyak diminati masyarakat. Baik dalam maupun luar kota.

Tak tanggung-tanggung, Lily sapaan akrabnya, mendapat pesanan 10 ribu Pot Kokedama dari Jepang. Saat ini, ia sedang ngebut menyelesaikan pesanan Kokedama yang akan dikirim ke jepang. 

"Kita dapat pesanan satu kontainer Pot Kokedama tanpa tananam. Tiga bulan harus selesai. Sekarang kita lagi ngebut menyelesaikan pesanan Pot Kokedama," kata Lily saat diwawancarai media online nasional Ketik.co.id, Sabtu (23/9/2023).

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Lily menjelaskan, Koke berarti lumut atau moss. Sedangkan dama berarti Bola. Jadi, Kokedama adalah media tanam bunga dari lumut berbentuk bola atau bola lumut Jepang. 

Foto Deretan koleksi tanaman Kokedama di Creative Kokedama Kota Batu. (Foto Sholeh/ketik.co.id)Deretan koleksi tanaman Kokedama di Creative Kokedama Kota Batu. (Foto Sholeh/ketik.co.id)

Namun, di Kota Batu, Lily berinovasi dengan mengganti lumut dengan serabut kelapa. Serabut kelapa itulah yang kemudian dibalutkan ke media tanam hingga bundar seperti bola.

"Media tanam sama seperti tanaman lain. Yaitu Tanah, sekam dan pupuk kandang. Kemudian, kita menggunakan serabut kelapa untuk membalut media tanam tersebut. Jadi lumut diganti dengan serabut kelapa," jelasnya.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Beberapa keunggulan tanaman hias menggunakan teknik Kokedama, menurut Lily, karena pertumbuhan akar dibatasi sehingga tanaman tidak mudah besar. Menyiram tanaman di Kokedama, lanjut Lily, juga tidak harus setiap hari, karena air tersimpan di serabut kelapa.

"Seminggu 2 kali cukup, bahkan untuk tanaman kering seperti kaktus bisa 2 Minggu sekali. Juga, kalau ditaruh di meja, tidak ada tanah berhamburan jadi lebih ektetis aja," tambahnya.

Lily pertama kali membuat tanaman Kokedama pada 2017 lalu. Waktu itu berawal dari keinginan membuat tanaman Kokedama untuk souvenir pernikahannya. Namun tak disangka, banyak teman Lily yang tertarik dengan tanaman Kokedama usai pernikahan tersebut. Ia membaca hal itu sebagai peluang usaha. Akhirnya, Lily mengembangkan tanaman Kokedama hingga sekarang.

Foto Karyawan Creative Kokedama Kota Batu sedang menyelesaikan Kokedama untuk diekspor ke Jepang, Sabtu (23/9/2023). (Foto Sholeh/ketik.co.id)Karyawan Creative Kokedama Kota Batu sedang menyelesaikan Kokedama untuk diekspor ke Jepang, Sabtu (23/9/2023). (Foto Sholeh/ketik.co.id)

"Selain ekspor pot Kokedama ke Jepang. Kita titip tanaman Kokedama di outlet di Kota Batu, Malang, Surabaya, jakarta. Kita titip di outlet sejak lama. Kami setiap Minggu menganti tanaman tersebut, diambil dan diganti," jelasnya.

Lily menyebutkan, penggunaan teknik Kokedama tersebut juga dalam rangka menambah nilai jual suatu bunga. Jika suatu jenis bunga hanya laku dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, maka dengan menggunakan Kokedama bisa laku Rp 50 ribu. 

Beberapa jenis bunga yang biasa ditanam menggunakan Kokedama yaitu, Kalathea, Peperomia, Philodendron, Sansievera, Kriptantus, Sirih Hias dan Aglaonema.

"Jenis bunga bunga ini bisa dibeli dengan murah. Kalau tanaman Kokedama mulai Rp 55 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tergantung ukuran dan jenis bunganya," ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Jelang Derby Jatim, Polisi Skrining Suporter Tak Bertiket

Baca Selanjutnya

Menuju GBT, Bus Arema FC Dapat Pengawalan Ketat Polisi

Tags:

Kota Batu kokedama Creative Kokedama

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H