KETIK, SURABAYA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan Dana Abadi Umat melalui program kemaslahatan dengan melakukan renovasi fasilitas gedung asrama haji Embarkasi di Surabaya pada Rabu, 22 April 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan bagi jemaah haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Renovasi fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen BPKH dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan jemaah haji.

Dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman, diharapkan proses persiapan jemaah dapat berjalan optimal.

Program ini sejalan dengan pelepasan jemaah haji kelompok terbang pertama Embarkasi Surabaya, yang menandai dimulainya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Baca Juga:
Di Usia 86 Tahun, Penjual Kain Keliling Ini Jadi Jamaah Haji Tertua Pacitan

Kehadiran fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pengalaman awal yang baik bagi para jemaah.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Hary Alexander, menjelaskan bahwa dana abadi umat yang dikelola BPKH harus selalu dioptimalkan dalam pelayanan haji.

“Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH memiliki komitmen kuat untuk kemaslahatan umat, termasuk dalam pelayanan ibadah haji. Salah satunya adalah bantuan renovasi fasilitas asrama haji di Embarkasi Surabaya," ucapnya.

Renovasi ini mencakup perbaikan kamar yang rusak berat, perbaikan plafon yang rawan ambruk akibat rayap, serta penggantian toilet menjadi ramah lansia. 

Baca Juga:
Tujuh Kloter! Sebanyak 2.612 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya

"Upaya ini diharapkan menambah rasa aman dan nyaman bagi jemaah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa’iyah, menambahkan bahwa sebagian gedung asrama memerlukan perawatan di sejumlah bagian.

“Gedung Embarkasi Haji Sukolilo Surabaya telah berdiri sejak tahun 1970-an, sehingga beberapa bagian memerlukan perawatan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat," tutur dia.

Kehadiran BPKH melalui kolaborasi ini memungkinkan renovasi kamar tidur rusak berat, perbaikan plafon yang rawan ambruk akibat rayap, serta penggantian toilet jongkok menjadi toilet duduk yang ramah lansia dapat memberikan kenyamanan dan keamanan lebih baik bagi jemaah haji.

Program kemaslahatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Harapannya dengan program ini BPKH dapat berkontribusi dalam memperkuat layanan yang terintegrasi dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. 

Hal ini lembaga pengelola keuangan haji dan Dana Abadi Umat, BPKH terus berkomitmen mengoptimalkan nilai manfaat Dana Abadi Umat melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. 

Upaya ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan jemaah haji Indonesia. (*)