Tinggal 9 Kelompok, Lutung Jawa di Lereng Arjuno Terancam Punah

Editor: Dendy Ganda Kusumah

31 Des 2025 16:41

Thumbnail Tinggal 9 Kelompok, Lutung Jawa di Lereng Arjuno Terancam Punah
Lutung Jawa dewasa. (Foto: Profauna Indonesia)

KETIK, MALANG – Kabar menyedihkan datang dari Profauna Indonesia. Dalam penelitian mereka, lembaga yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar ini mencatat adanya penurunan drastis terhadap populasi lutung jawa di lereng Gunung Arjuno.

Sepanjang 2025, tim monitoring hutan dan satwa liar Profauna Indonesia mencatat menjumpai sembilan kelompok lutung jawa (Trachypithecus auratus) di lereng Gunung Arjuno sisi wilayah Batu dan Karangploso. Total jumlah individu yang teramati ada sekitar 54 individu dalam pengamatan pada bulan Januari hingga Desember 2025.

Foto Lutung Jawa muda, dikenali dari bulunya yang berwarna oranye keemasan. (Foto: Profauna Indonesia)Lutung Jawa muda, dikenali dari bulunya yang berwarna oranye keemasan. (Foto: Profauna Indonesia)

Dari 54 individu yang teramati sepanjang 2025 itu, sebanyak sepuluh ekor masuk kategori individu muda. Individu lutung muda ini ditandai dengan warna rambutnya yang berwarna oranye atau kuning keemasan. Meskipun ada juga lutung dewasa yang berwarna oranye, tapi populasinya sangat sedikit dibandingkan yang warna hitam.

Baca Juga:
Hutan Pendidikan P-WEC dan Profauna Ajak Masyarakat Belajar Keragaman Hayati Lewat Petualangan Alam

Lutung jawa ini semuanya dijumpai di hutan heterogen yang masih bagus, di ketinggian 1000 hingga 1700 meter dari permukaan laut.

Secara keseluruhan, hutan di Gunung Arjuno masuk dalam empat kabupaten/kota yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Monitoring tahun 2025 difokuskan pada hutan yang berbatasan dengan wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Ditemukannya sembilan kelompok lutung jawa ini menunjukkan penurunan populasi yang cukup mengkhawatirkan. Survei cepat Profauna di lokasi yang sama pada tahun 2005 menunjukkan sedikitnya ada 20 kelompok lutung jawa di lereng Gunung Arjuno.

"Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian menjadi pemicu menurunnya populasi lutung jawa di Arjuno. Banyak kawasan yang dulu hutan, sekarang menjadi ladang pertanian," kata ekolog Profauna, Rosek Nursahid, dalam rilis yang diterima Ketik.com.

Baca Juga:
Kelestarian Lutung Jawa di Tlekung Batu Kota Terancam Perambahan Hutan

Maraknya perburuan liar lutung jawa pada awal tahun 2000-an hingga 2015 juga menjadi faktor menurunnya populasi lutung jawa. Lutung jawa ini diburu untuk diambil dagingnya.

Lutung jawa adalah jenis primata yang dilindungi undang-undang, sehingga tidak boleh diperdagangkan ataupun diburu. Sesuai UU No. 32 tahun 2024, pelanggarnya bisa diancam hukuman pidana penjara minimum 3 tahun dan maksimum 15 tahun. 

Meskipun sudah dilindungi, lutung jawa mengalami ancaman serius dari berkurangnya habitatnya akibat beralih fungsinya hutan menjadi lahan pertanian. Lutung jawa secara umum bisa hidup di habitat hutan dataran rendah hingga pegunungan sampai ketinggian 3000 mdpl.

"Lutung jawa adalah spesies kunci yang menjadi bioindikator kelestarian hutan di Jawa. Sepatutnya semua pihak lebih serius dalam menjaga hutan yang jadi habitat lutung jawa ini,” tandas Rosek. (*)

Baca Sebelumnya

Polda Sumsel Catat Paradoks Kriminalitas 2025: Pidum Turun, Pidsus dan Narkotika Naik

Baca Selanjutnya

Sambut Tahun Baru 2026, Polres Abdya Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api

Tags:

lutung jawa Profauna Indonesia Rosek Nursahid

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar