Tim DVI Polda Jatim Identifikasi Jenazah Ke-53 Ponpes Al Khoziny

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Rahmat Rifadin

12 Okt 2025 19:59

Thumbnail Tim DVI Polda Jatim Identifikasi Jenazah Ke-53 Ponpes Al Khoziny
Polda Jatim mengumumkan jenazah yang berhasil diidentifikasi korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Minggu, 12 Oktober 2025. (Foto: Khaesar/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban insiden ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Dengan tambahan ini, total 53 korban dari 67 kantong jenazah yang telah diterima berhasil teridentifikasi.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan Marzuki, dalam keterangan resminya menjelaskan, dua korban terbaru yang teridentifikasi masing-masing bernama Ahmad Haikal Fadil Al Fatih dan Syamsul Arifin.

"Jenazah pertama, dengan nomor postmortem RSB B025, teridentifikasi melalui uji DNA dan pemeriksaan medis. Hasilnya cocok dengan data antemortem nomor 003 atas nama Ahmad Haikal Fadil Al Fatih, laki-laki berusia 12 tahun, warga Dusun Timur Leke, Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan," kata Khusnan di Surabaya, Minggu, 12 Oktober 2025.

Sementara itu, jenazah kedua dengan nomor postmortem RSB B047 teridentifikasi melalui kombinasi data DNA, medis, serta properti pribadi yang ditemukan di lokasi. Hasilnya cocok dengan nomor antemortem 059 atas nama Syamsul Arifin, laki-laki berusia 18 tahun, warga Dusun Badang, Desa Telaga, Kecamatan Galis, Bangkalan, Jawa Timur.

Baca Juga:
DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

"Dengan dua identifikasi terbaru ini, total sudah 53 korban berhasil dikenali dari 67 kantong jenazah yang kami terima," ujarnya.

Meski demikian, Khusnan menyebut masih ada 11 kantong jenazah yang belum dapat teridentifikasi karena sebagian berisi body part atau bagian tubuh yang tidak utuh.

“Dari 67 kantong jenazah, masih tersisa 11 yang belum bisa kami pastikan identitasnya. Di antara kantong tersebut ada yang berisi body part, tetapi jumlah pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh sampel DNA dari jenazah maupun keluarga korban telah dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dilakukan pencocokan lebih lanjut. Selain itu, tim juga melakukan rekonsiliasi antropologis dan toksikologis sebagai bagian dari proses identifikasi.

Baca Juga:
Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Dokter dari tim DVI Polda Jatim yang turut mendampingi menjelaskan, tantangan utama dalam proses identifikasi saat ini adalah kondisi body part yang tidak lengkap dan tidak memiliki tanda-tanda khusus.

“Kesulitannya adalah body part yang ditemukan tidak lengkap dan tidak memiliki ciri khas yang bisa membantu proses identifikasi. Jadi, kami sepenuhnya bergantung pada hasil uji DNA,” ujarnya.

Menurutnya, proses ini membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan tahap-tahap awal karena kondisi jaringan yang sudah mengalami perubahan alami.

“Berbeda dengan hari-hari pertama pascakejadian, kini proses alam pada jenazah membuat pemeriksaan DNA sedikit lebih lama. Namun, kami berharap hasilnya segera keluar sehingga keluarga bisa mengetahui identitas anggota keluarganya,” tutur Khusnan.

Ia menegaskan, tim DVI Polda Jatim bersama Mabes Polri terus bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses identifikasi agar seluruh korban dapat diketahui identitasnya dengan pasti. "Mohon doanya untuk proses identifikasi ini," jelasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Mahfud MD: Kemajemukan Jawa Timur Harus Terus Dijaga untuk NKRI

Baca Selanjutnya

Polri Didesak Ungkap Dugaan TPPO di Delta Spa, Husnul Jamil: Negara Harus Hadir

Tags:

Polda Jatim Tim DVI Polda Jatim Ponpes Al Khoziny buduran sidoarjo kejadian di Sidoarjo

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar