KETIK, MALANG – Selama tiga tahun, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang berupaya mengumpulkan naskah-naskah kuno. Saat ini, sebanyak 39 naskah kuno telah terhimpun dan tersimpan rapi di Perpustakaan Umum Kota Malang.
Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menjelaskan bahwa proses pengumpulan naskah kuno dimulai pada 2023. Naskah-naskah tersebut diperoleh dari titipan masyarakat, akuisisi, hingga alih media.
"Memang ada yang sudah dititipkan ke kami, tetapi ada yang hanya alih media. Kan ada pemilik naskah kuno yang naskahnya enggak boleh diambil, jadi memang tetap di pemiliknya, tetapi kami bisa mendapatkan alih medianya," ujarnya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Setiap tahunnya, Dispussipda Kota Malang gencar melakukan penelusuran hingga akuisisi naskah kuno di masyarakat. Yayuk menjelaskan bahwa dalam proses penelusuran hingga perawatan naskah kuno, pihaknya didampingi oleh filolog.
"Kami biasanya didampingi oleh filolog. Kalau ada masyarakat yang menyampaikan punya naskah kuno, nanti kita datangi dengan filolog untuk dicek benar atau tidak, kemudian kita akuisisi. Tentunya menyesuaikan anggaran," lanjutnya.
Baca Juga:
Gandeng TSP RS Lavalette, DLH Kota Malang Terima Bantuan Bak Kontainer SampahDalam setahun, Dispussipda berupaya menargetkan perolehan dua naskah kuno dari masyarakat. Namun, tak jarang ada masyarakat yang bersedia menyumbangkan naskah kuno miliknya.
"Biasanya setahun biasanya dapat dua naskah. Kecuali ada yang masyarakat terus menyumbangkan, ada juga lagi," ungkapnya.
Naskah-naskah kuno tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara langsung dengan berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Malang maupun secara daring melalui situs Jaranan Dispussipda Kota Malang di https://naskahku.vercel.app/.
Dari 39 koleksi tersebut, terdapat tujuh jenis media, yakni lontar, daluwang, kertas Eropa, kertas HVS, buku tulis, kertas folio bergaris, dan buku tulis bergaris. Selain itu, terdapat lima jenis aksara, yakni Jawa, Arab, Pegon, Bali, dan Madura. Naskah-naskah kuno tersebut juga memiliki karakter bahasa Jawa, Arab, Jawa Kuno, Melayu, Madura, dan Bali.
Baca Juga:
PAD Kota Malang Capai 75,02 Persen, Sektor BBNKB dan BPHTB Masih Seret"Jadi, dengan adanya aplikasi tadi, bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses koleksi-koleksi kami. Tidak harus datang ke perpustakaan, bisa mengakses melalui online," pungkasnya.