Tidak Berpihak ke Pesantren, JKSN Jabar Kritisi Gubernur Jabar

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

15 Jun 2025 10:08

Thumbnail Tidak Berpihak ke Pesantren, JKSN Jabar Kritisi Gubernur Jabar
Mubes Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat di Ponpes Kota Bandung, Sabtu (14/6/25). (Foto: Iwa/Ketik).

KETIK, BANDUNG – Ratusan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat menyampaikan sikap kritis terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai tidak berpihak pada pondok pesantren.

Dalam Musyawarah Besar Pondok Pesantren Se-Jawa Barat yang diinisiasi oleh Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat di Pondok Pesantren Sirnamiskin Kota Bandung, Sabtu (14/6/2025), mereka menuntut keadilan, pengakuan, dan perhatian yang setara dari pemerintah.

Pimpinan Ponpes Sirnamiskin, Dr. KH Ahmad Syamsurijal, dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa dan telah terbukti menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, melainkan benteng moral dan sejarah perjuangan bangsa. Sudah saatnya pesantren memperoleh hak yang menjadi kewajiban negara,” ujarnya.

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Kekecewaan besar mengemuka dalam forum tersebut. Para peserta menyoroti penghapusan dana hibah untuk pesantren dan pernyataan-pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai mendiskreditkan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

“Jika pesantren dan sekolah swasta disingkirkan, apakah sekolah negeri mampu menampung seluruh anak-anak Jawa Barat?” ujar seorang pengasuh pesantren.

Suasana forum menjadi emosional ketika para kiai menyampaikan perumpamaan perjuangan mereka sebagai "karang kecil yang menghadang ombak besar". Meski tak punya kekuatan politik besar, mereka bertekad terus menyuarakan kebenaran demi menjaga keberlangsungan pesantren sebagai pilar pendidikan dan kebudayaan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, dalam sambutannya juga menyampaikan kritik terbuka terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Ia menilai narasi yang dibangun selama ini seolah-olah menghapus kontribusi kepala daerah dan DPRD periode sebelumnya.

Baca Juga:
Kepala Daerah Diingatkan Pantau MBG, Gubernur Khofifah Perintahkan Perbaiki Kendala di Lapangan

“Gubernur sekarang ini bagian dari sejarah Jawa Barat. Dua periode menjadi Bupati Purwakarta. Maka ia juga harus bertanggung jawab atas kondisi saat ini, bukan hanya membuat tontonan yang viral,” kata Ono.

Ono juga mengungkapkan bahwa penghapusan dana hibah pesantren dilakukan tanpa transparansi. “Saya sudah memanggil Kepala Bappeda Jabar. Jawabannya, dana hibah itu disimpan di kode rekening dana tidak terduga. Namun hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut,” ujarnya.

Turut hadir dalam Mubes ini sejumlah tokoh, antara lain Wakil Ketua DPP PPP Komarudin Taher, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Sidqon Djampi, dan Anggota Komisi V DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan Zaenuddin, yang menyatakan dukungan terhadap perjuangan pesantren dalam mendapatkan hak-haknya secara adil.

Forum ini menyepakati penyusunan Rencana Tindak Lanjut dan Rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah. Suara-suara dari pesantren yang selama ini tenang, kini mulai membentuk arus kesadaran baru: bahwa mereka bukan hanya penonton dalam panggung pembangunan, tapi aktor penting yang tidak boleh dipinggirkan.***

Baca Sebelumnya

Plt. Gubernur Jatim Sebut WUACD Garda Terdepan Inovasi dan Agen Transformasi Inklusif Berkelanjutan

Baca Selanjutnya

Kangmas R. Moerdjoko: PSHT Pusat Madiun Legal, Cabang Sampang Harus Susun Program Kerja Produktif

Tags:

gubeR JABAR DEDI MULYASI Pesantren ponpes JKSN JARINGAN KYAI SANTRI NASIONAL JKSN JABAR ono surono

Berita lainnya oleh Iwa AS

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar