KETIK, MALANG – Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) resmi menjalin kerja sama dengan Singapore Management University (SMU) melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di kampus SMU, Singapura, Kamis, 1 Oktober 2026. 

SMU dikenal menerapkan pendekatan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek. Perguruan tinggi ini memiliki delapan fakultas yang mencakup bidang bisnis, akuntansi, ekonomi, komputasi, hukum, ilmu sosial, dan studi integratif.

Bagi Thursina, kemitraan ini bukan sekadar perluasan jejaring internasional, melainkan upaya membuka akses lebih luas bagi siswa dan komunitas pendidikan terhadap pengetahuan, peluang, jaringan, serta perspektif global.

Akses ke Ekosistem Pendidikan Internasional

Penandatanganan MoU ini mencakup lokakarya karier dan akademik (career and academic workshops), akses terhadap peluang beasiswa, termasuk ASEAN Undergraduate Scholarship, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta partisipasi siswa dalam program akademik SMU.

Baca Juga:
Perkuat Kerangka Pendidikan, Thursina IIBS Terima Wakaf IHES

Kolaborasi ini juga mencakup pelatihan persiapan wawancara beasiswa agar siswa Thursina tidak hanya memiliki akses ke berbagai peluang, tetapi juga lebih siap memanfaatkannya.

Kedua institusi juga berpeluang bertukar gagasan dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Melalui kemitraan ini, siswa Thursina berkesempatan melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik internasional. Mereka disebut akan memperoleh pendanaan penuh setiap tahun, sehingga siswa terpilih dapat merasakan pengalaman belajar di SMU.

Memperluas Wawasan Global Pendidik

Baca Juga:
Keren! Santri Thursina IIBS Malang Raih Juara 1 di Korea, Ini Inovasi yang Bikin Juri Terpukau

Manfaat kemitraan ini juga mencakup pengembangan profesional guru dan staf pendidikan Thursina IIBS.

Melalui sesi berbagi pengetahuan dan pelatihan, para pendidik berkesempatan mempelajari perspektif baru dari lingkungan akademik internasional serta memperluas pemahaman tentang metode pengajaran dan perkembangan pendidikan tinggi.

Inisiatif ini mencerminkan nilai Keterbukaan Pikiran dalam nilai-nilai RECODING Thursina. Para pendidik didorong untuk menerima gagasan baru, belajar dari lingkungan pendidikan yang berbeda, dan menerapkan pengetahuan tersebut guna meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran.

Bagi Thursina, koneksi global bukan sekadar memberi kesempatan kepada siswa untuk bepergian ke luar negeri, tetapi juga memastikan institusi terus belajar dan berkembang melalui keterlibatan dengan komunitas pendidikan global.

CEO Thursina IIBS, Ustaz Nur Abidin, Ed.D., mengatakan kolaborasi dengan SMU merupakan bagian dari upaya sekolah membangun jalur pendidikan internasional yang bermakna dan aplikatif.

“Kami ingin paparan global siswa kami melampaui sekadar pengalaman menjelajahi dunia. Hal itu harus memberi mereka akses ke pengetahuan, jaringan internasional, peluang akademis, dan pengalaman bermakna yang benar-benar mempersiapkan mereka untuk masa depan,” ujar Abidin.

Rombongan Thursina yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri atas Ketua Thursina IIBS Ustaz Dr. Muhammad Ali Wahyudi, CEO Thursina IIBS Ustaz Nur Abidin, Ed.D., Pembimbing/Dewan Syariah KH. Imam Awaludin, Ph.D., Kepala Pendidikan Ustaz Muhammad Rajab, M.Pd.I., serta Kepala Bagian Kesekretariatan dan Kemitraan Ustaz Mohamat Taufik, M.Ed.

Sementara itu, SMU diwakili Direktur Senior Layanan dan Operasi Akademik Dr. Navin Rajagobal, Direktur Kantor Penerimaan dan Bantuan Keuangan Linette Lim, Wakil Direktur Senior Kantor Penerimaan Mahasiswa Sarjana dan Bantuan Keuangan Andrew Low, serta Profesor Madya Akuntansi (Pendidikan) di Sekolah Akuntansi sekaligus Direktur Akademik SMU-X, Dr. Yuanto Kusnadi.

Dari MoU ke Program Nyata

Kemitraan ini juga mendukung pengembangan Jalur Pendaftaran Universitas Luar Negeri Thursina. Melalui program tersebut, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi pendidikan tinggi sejak dini dengan akses ke informasi penerimaan universitas internasional, peluang beasiswa, dan pengalaman akademik global.

SMU juga mencatatkan kinerja akademik yang kuat dalam pemeringkatan internasional. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026, delapan dari sepuluh bidang studi yang dievaluasi mengalami peningkatan peringkat. Bidang Bisnis dan Manajemen menempati posisi ke-39 dunia, sedangkan Akuntansi dan Keuangan berada di peringkat ke-50.

Bagi Thursina, kemitraan ini diharapkan berkembang melampaui seremoni penandatanganan. Komunikasi berkelanjutan, pengembangan program bersama, dan evaluasi berkala akan menjadi langkah penting untuk memastikan kerja sama tersebut menghasilkan peluang nyata dan pengalaman bermakna bagi siswa maupun pendidik. (*)