KETIK, JEMBER – Fakta awal dalam kasus dugaan perundungan terhadap siswa SMA di Jember mulai terungkap. Dugaan sementara menyebutkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh konflik personal yang berkembang di luar lingkungan sekolah.
Informasi ini diperoleh dari hasil pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Sosial bersama pihak terkait.
Kepala Bidang P3A Dinsos Jember, Sugeng Riyadi, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu yang sedang didalami berkaitan dengan pesan suara atau voice note (VN) yang dikirim melalui telepon genggam.
"Tapi yang jelas, motif pasti masih dalam proses pendalaman karena informasi yang ada masih beragam," tegas Sugeng, Jumat, 3 April 2026.
Selain itu, diketahui bahwa sebagian terduga pelaku memiliki hubungan pertemanan lama dengan korban sejak masa SMP.
Baca Juga:
Suara Kadir Ikram dari IAIN Ternate: Iqra, Jalan Menuju Generasi PemikirPara terduga pelaku juga tidak berasal dari satu sekolah yang sama dengan korban.
Sebagian berasal dari SMA di wilayah Jombang dan Kencong, bahkan ada yang masih berstatus pelajar SMP.
Peristiwa ini sendiri bermula saat korban dijemput secara paksa oleh sejumlah temannya pada malam hari.
Pihak keluarga korban mengaku tidak mengetahui awal kejadian tersebut dan baru mengetahui setelah peristiwa terjadi.
Baca Juga:
Wujudkan Kemandirian Ekonomi, Menko Muhaimin Dorong 7.500 UMKM Kota Batu Naik KelasIbu korban, Samiati, menjelaskan bahwa anaknya dijemput sekitar pukul 23.00 WIB oleh teman-temannya tanpa sepengetahuan keluarga. Ia menyebut penjemputan tersebut dilakukan secara paksa menggunakan sepeda motor.
Kasus ini kini telah dilaporkan dan sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, korban saat ini mendapatkan pendampingan intensif, terutama untuk memulihkan trauma psikologis akibat kejadian tersebut. (*)