Terungkap 190 Kasus HIV/AIDS di Kota Malang, Dinkes Berjuang Hapus Stigma Sesat

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

7 Jun 2025 15:31

Thumbnail Terungkap 190 Kasus HIV/AIDS di Kota Malang, Dinkes Berjuang Hapus Stigma Sesat
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, tentang kasus HIV/AIDS sepanjang 2025. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Ditemukan sebanyak 190 kasus HIV/AIDS di Kota Malang selama Januari hingga Mei 2025. Menanggapi itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengikis stigma negatif yang beredar di masyarakat terkait orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menjelaskan bahwa terdapat penurunan kasus HIV/AIDS dibandingkan dengan periode Januari hingga Mei 2024 yang menyentuh angka 211 kasus.

Ia mengingatkan bahwa ODHA tidak selalu disebabkan oleh perilaku menyimpang. Beberapa kasus menunjukkan HIV/AIDS disebabkan oleh penularan melalui penggunaan jarum suntik, maupun orang lain.

"Kalau kita lihat, penularan HIV itu bukan hanya dari seks bebas tetapi bisa jadi dia itu karena didapatkan dari ibunya. Bisa jadi mendapatkan dari penggunaan jarum suntik yang narkoba, atau bisa jadi ketularan dari pasangannya. Kan berarti bukan selalu berperilaku menyimpang," ujarnya, Sabtu, 7 Juni 2025.

Baca Juga:
Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Selama ini masyarakat juga masih banyak yang menganggap bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit kutukan. Akibatnya sering terjadi pengasingan terhadap keluarga dengan anggota ODHA.

"Kemudian juga pemahamannya dia yang menganggap terkait dengan HIV itu penyakit kutukan yang mematikan sehingga menjadi hal tabu untuk membahasnya karena ada pengucilan dari keluarga. Jadi itu yang harus kami kikis, ya," lanjutnya.

Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat untuk saling mendukung dan menguatkan penanganan HIV/AIDS. Hal tersebut juga mendukung pemerintah dalam mengeliminasi HIV/AIDS di tahun 2030 nanti.

"Tempat yang harusnya menguatkan itu ada di keluarga. Iya dia sakit, tetapi bukan berarti hidupnya selesai. Kami mengedukasi masyarakat melalui musrenbang tematik, di kelurahan, sosialisasi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS," tuturnya.

Baca Juga:
Persempit Risiko Penularan, Nakes di Kota Malang Bakal Disuntik Vaksin Campak

Sebanyak 30 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Malang juga telah memberikan pelayanan untuk HIV/AIDS. Meifta mengatakan, pengobatan HIV/AIDS harus dilakukan seumur hidup tanpa boleh terputus agar menjaga imunitas tubuh.

"Nah harapannya kita cek, kita konseling dulu. Kalaupun hasilnya reaktif positif, kita bisa memberikan pengobatan. Pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin, begitu ditemukan bisa langsung diobati," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Mengunjungi Kampung Prasanan Sampang, Ada Harmoni Warga di Tengah Keterbatasan Air Bersih

Baca Selanjutnya

MAN 2 Tuban Kirim 32 Siswa Magang, Kepala Kemenag Ingatkan Hal Penting Ini

Tags:

Dinkes Kota Malang ODHA HIV/AIDS Kasus HIV/AIDS stigma negatif

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar