KETIK, BREBES – Kisah pilu datang dari seorang ibu tunggal yang harus berjuang keras demi kelangsungan hidup keluarganya.

Di tengah himpitan ekonomi, ia tidak hanya harus melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya, Siti Nur Azizah yang bersekolah di MTs Ma’arif NU Siandong. Tetapi juga terpaksa bertahan hidup di sebuah rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni.

Rasti, warga Dukuh Kendaga, Kecamatan Larangan, Brebes seorang  menjadi tulang punggung tunggal bagi anak-anaknya.

Rumah kecil ini jauh dari kata layak. Dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu atau getek yang sudah mulai rapuh dimakan usia.

Tidak ada keramik, alas rumahnya langsung menyentuh ubin yang sudah lapuk, Saat hujan deras tiba, dipastikan air dan angin dingin bebas menerobos masuk ke dalam rumah.

Beban hidup Rasti kian berat. Selain kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian, ia kini terus didera kecemasan karena belum mampu melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya yang terus menumpuk. Tanpa penghasilan tetap, ia hanya bisa pasrah menanti uluran tangan para dermawan.

Mendengar kabar memprihatinkan tersebut, salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Sry Heri Pasaribu dari fraksi PDI Perjuangan tergerak hatinya.

Tanpa pengawalan protokoler resmi, sang legislator langsung melakukan kunjungan mandiri ke kediaman Ibu Rasti.

Kedatangannya tidak hanya untuk melihat langsung kondisi rumah, tetapi juga membawa bantuan langsung tunai untuk melunasi seluruh tunggakan sekolah anak korban, serta baju seragam sekolah dan paket sembako untuk kebutuhan pokok.

"Kami sebagai masyarakat Kabupaten Brebes sangat prihatin sebenarnya. Masih ada warga kita yang kondisi ekonominya memerlukan perhatian bersama. Kondisi seperti ini tentu perlu kita bantu sesuai kemampuan kita,” ujar Herpas, sapaan akrabnya, Senin 29 Juni 2026.

Ia juga berharap kondisi tempat tinggal keluarga Rasti dapat menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah, agar ke depan bisa mendapatkan bantuan rumah layak huni.

"Saya pribadi sangat prihatin melihat kondisi ini. Ini urusan kemanusiaan dan masa depan anak bangsa. Hari ini saya datang secara mandiri untuk sedikit meringankan beban beliau, khususnya menyelesaikan masalah tunggakan sekolah anaknya agar sang anak bisa tetap fokus belajar tanpa rasa takut," lanjutnya.

Sementara Rasti menyampaikan kebahagianya usai dikunjungi salah satu legislator Brebes,.

Baca Juga:
Rahajeng & Co dan Bakumham Golkar Dampingi 22 Balita Korban Kekerasan

"Saya sangat berterima kasih sekali atas bantuan Bapak dewan, Selama ini saya bingung harus cari uang ke mana untuk bayar sekolah dan perbaiki rumah ini. Semoga kebaikan Pak Dewan dibalas oleh Allah," ujarnya.

Aksi nyata ini diharapkan dapat memicu kepekaan sosial pihak-pihak lain, terutama pemerintah daerah, agar program bedah rumah tidak layak huni dapat segera menyasar warga yang benar-benar membutuhkan bantuan (*).

Baca Juga:
Sleman Jamin Hak Identitas Anak, Hapus Stigma Akta Kelahiran Tanpa Buku Nikah